Balitbang LHK Aek Nauli

Bangun PPS Makaka, Yayasan Scorpion Indonesia Jajaki Rencana Kerjasama Dengan BP2LHK Aek Nauli

Direktur Eksekutif Yayasan Scorpion Indonesia (YSI), Ali Bangun Gea, M.Si, mengunjungi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Selasa (2/3/2021). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menjajaki kerjasama dengan BP2LHK Aek Nauli terkait dengan rencana pembangunan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) untuk program Makaka di Sumatera.

Dalam pengantarnya, Ali menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2020, YSI  banyak menemukan sejumlah makaka (Macaca nemestrina dan M. fascicularis) yang dipelihara di pekarangan rumah masyarakat dalam kondisi yang memprihatinkan dan bertentangan dengan prinsip kebebasan satwa. YSI pada Januari 2021 juga telah mengirim surat resmi kepada Kepala BBKSDA Sumatera Utara terkait permohonan rencana program rehabilitasi Makaka di wilayah Sumatera Utara.

“YSI sedang mengimplementasikan upaya penyelamatan makaka di Sumut dengan rencana membangun PPS atau Rescue Center yang menyediakan kandang sosialisasi agar kera dapat berkelompok dan dilepasliarkan kembali ke alam” kata Ali.

“Kami sudah koordinasi dan bekerjasama dengan BBKSA Sumut terkait mekanisme dan perizinannya. Selanjutnya kami ke Aek Nauli untuk menjajaki rencana kerjasama terkait lokasi pembangunannya” tambah Ali.

Lebih lanjut Ali menyampaikan bahwa untuk pembagunan PPS tersebut dibutuhkan lahan sekitar 3 ha dengan topografi relatif datar, akses saluran air, listrik, dan juga internet (karena akan dipasang CCTV (IP Camera) yang dapat terpantau secara online 24 jam). Sedangkan pembangunan PPS nya direncanakan ada dua konsep, yaitu konsep kandang tertutup atau konsep kandang terbuka.

“Kalau luas arealnya terbatas kita pakai konsep kandang tertutup dengan banyak membuat bangunan yang didesain seperti kondisi alami. Tapi kalau luas arealnya bisa dapat minimal 3 ha, kita akan buat dengan konsep terbuka, walau membutuhkan pagar pembatas dialiri listrik serta kemungkinan biaya konstruksi yang lebih mahal” kata Ali.

“Dimana nanti mekanismenya ada empat tahapan, yaitu karantina, sosialisasi, pelepasanliaran, dan perawatan makaka yang sudah tidak bisa dilepasliarkan” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si, menyambut baik rencana kerjasama yang ditawarkan oleh YSI. Menurutnya keberadaan makaka sekarang memang ada yang sudah menggangu dan menjadi hama karena over populasi. Makaka tersebut ada yang mencari makan di pinggir jalan, bahkan ke pemukiman warga, karena itu perlu upaya penyelamatan. Selain itu pembangunan PPS ini adalah peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menambah/meningkatkan potensi wisata ilmiah yang ada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli.

“Kami menyambut baik rencana ini, karena memang baik untuk kegiatan konservasi satwa khususnya makaka. Hal ini juga menjadi peluang bagi kami dalam menambah/meningkatkan potensi wisata ilmiah di sini” ungkap Pratiara.

Selanjutnya Pratiara juga menyampaikan bahwa BP2LHK Aek Nauli bisa memfasilisati areal yang dibutuhkan oleh YSI untuk pembagunan PPS tersbut di dalam KHDTK Aek Nauli.

“Kami punya KHDTK Aek Nauli dengan luasan sekitar 2.412, 36 ha yang arealnya clean and clear tanpa ada masalah. Kami mendukung konsep kandang terbuka, jadi silahkan disurvey dan ditentukan dimana posisi yang tepat dan layak untuk di bangun PPS nya” kata Pratiara.

”Harapannya nanti bukan hanya dikhususkan sebagai tempat penyelamatan makaka, tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata alternatif, dimana masyarakat atau pengunjung dapat melihat dan berinteraksi dengan makaka dari dekat, paling tidak terhadap makaka yang memang sudah tidak bisa dilepasliarkan lagi” pungkas Pratiara.

Sebagai informasi, YSI adalah sebuah organisasi non-pemerintah di Indonesia yang didirikan pada tahun 2015, yang fokus menangani perdagangan satwa liar illegal. YSI mempunyai visi perlindungan satwa liar untuk generasi mendatang melalui peningkatan kesadaran dan peningkatan kesejahteraan hewan.***MB

———–
Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli
Jln. Raya Parapat Km. 10,5 Desa Sibaganding, Kec. Girsang Sipanganbolon, Parapat, Kab. Simalungun, Prov. Sumatera Utara 21174
Email : bpk.aeknauli@gmail.com
Web : http://aeknauli.org
FB : Balitbang LHK Aek Nauli
IG : bp2lhk_aeknauli
Twitter : @bpk_aeknauli
Youtube : BP2LHK AekNauli

Bagikan ini di:

1 Comment

  1. Ariswati Baruno

    Mantap

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *