Wisata Hutan Pinus di KHDTK Aek Nauli

pinus khdtk aek nauliKawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli adalah bagian dari kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba yang memiliki beberapa tipe ekosistem yang menjadi habitat beragam jenis tumbuhan dan satwaliar dilindungi. KHDTK Aek Nauli merupakan hutan lindung yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan hutan khusus yang ditujukan untuk hutan penelitian, pengembangan, pendidikan, religi, dan budaya. KHDTK Aek Nauli dengan luas 1900 Ha di dominasi oleh tumbuhan pinus (Pinus merkusii Jungh. et deVries). Masyarakat lokal sering menyebutnya dengan tusam.

Pinus adalah tumbuh asli di wilayah Indonesia dan pertama kali ditemukan dengan nama “Tusam” di daerah Sipirok, Tapanuli Selatan oleh seorang ahli botani dari Jerman Dr. F. R. Junghuhn. Pinus merkusii merupakan jenis pohon pionir berdaun jarum yang termasuk dalam family Pinaceae . Secara alami pinus dapat tumbuh di Aceh, Tapanuli dan daerah Kerinci, Sumatera bagian utara pada daerah-daerah ketinggia 400-2000 meter dpl. Deskripsi botani pinus pada umumya batang berkayu, bulat, keras, bercabang horizontal, kulit retak-retak seperti saluran dan berwarna cokelat, daunnya majemuk dan bentuk jarum.

Pinus merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, tanaman rehabilitasi kawasan, dan pemanfaatan jasa lingkungan. Selain pemanfaatan kayu pinus yang dapat dijadikan sebagai bahan baku bangunan, dalam P.35/Menhut-II/2007, pinus hasil hutan bukan kayu dapat menghasilkan gondorukem sebagai komponen utama dari hasil penyulingan getah pinus. Gondorukem banyak digunakan sebagai bahan membuat sabun, resin dan cat. Sutiya (2006) dalam tulisannya menyebutkan bahwa selain gondorukem getah pinus juga menghasilkan terpentin yang banyak digunakan industry farmasi sebagai minyak terpentin. Minyak terpentin ini memiliki komponen utama α-pinen yang bersifat sebagai anti jamur, antiseptik/antibakteri, serta potensi untuk mengurut otot dan persendian yang mengalami depresi.

Pinus sebagai tanaman rehabilitasi umum digunakan untuk pemulihan lahan kritis. Pinus merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk kegiatan reboisasi, karena pinus memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai tanaman pelindung tanah secara ekologis dan sebagai penghasil kayu. Selain itu, pinus juga memiliki daya kompetitif yang besar terhadap tumbuhan lain di sekitarnya sehingga mampu bersaing.

tegakan pinus di aeknauliKHDTK Aek Nauli yang terkenal dengan hutan pinusnya banyak dijadikan tempat wisata. Wisata alam pinus saat ini sedang diminati oleh masyarakat di Indonesia, terutama masyarakat perkotaan. Wisata hutan pinus yang merupakan primadona saat ini, sangat tepat dijadikan untuk melepas penat, berfoto bersama orang-orang terdekat. Pemanfaatan wisata hutan pinus ini merupakan bagian dari pemanfaatan jasa lingkungan hutan. Selain menikmati kesejukan yang terdapat di wisata hutan pinus, berkunjung kekawasan hutan pinus KHDTK Aek Nauli merupakan bagian dari pendidikan lingkungan hidup yang merupakan proses untuk membangun manusia sadar dan peduli terhadap lingkungan. **DCP

Bagikan ini di:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *