Balitbang LHK Aek Nauli

Tingkatkan Kecintaan Terhadap Tanah Air, BP2LHK Aek Nauli Laksanakan Pelatihan Bela Negara

Bela negara merupakan suatu usaha dan upaya yang dilakukan oleh seluruh elemen dan lapisan masyarakat, baik sipil maupun militer dalam rangka membela dan mempertahankan kesatuan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bela negara dapat diwujudkan melalui tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dilakukan secara teratur, menyeluruh, dan terpadu serta dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Salah satu upaya untuk membentuk tekad, sikap, dan perilaku tersebut adalah dengan melaksanakan kegiatan pelatihan bela negara, seperti yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli baru-baru ini. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 13 s/d 14 Januari 2020 tersebut diikuti oleh 26 orang tenaga kontrak dan bakti rimbawan lingkup BP2LHK Aek Nauli.

“Peraturan baris berbaris adalah bentuk atau wujud pelatihan fisik yang diberikan atau yang kita terima untuk mewujudkan kedisiplinan diri kita dalam pelaksanaan tugas kita sehari-hari” ujar Kapolsek Parapat, AKP. Irsol saat memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan. “Kedisiplinan itu bukan hanya bermanfaat dalam pelaksanaan tugas semata, akan tetapi dapat bermanfaat bagi pembelaan negara diwaktu dan situasi tertentu” tambahnya.

Lebih lanjut AKP. Irsol menyampaikan bahwa walaupun dalam waktu yang singkat, dia berharap pelatihan dapat dilaksanakan dengan maksimal dan ikhlas sehingga hasilnyapun akan memuaskan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si menyampaikan bahwa peserta bela negara yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari pegawai BP2LHK Aek Nauli yang relatif masih berusia muda, dimana nantinya menjadi generasi yang akan melanjutkan pengeloaan kawasan BP2LHK Aek Nauli ke depannya.

“Maksud dan tujuan kita melaksanakan kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan disiplin dan cinta tanah air, hal ini sangat diperlukan karena kita berada di jajaran terdepan dari sistem negara kita yang bersentuhan langsung dengan lapangan dan masyarakat” kata Pratiara. “Mudah-mudahan dengan mendapatkan pelatihan bela negara dalam waktu yang tidak terlalu lama ini, peserta dapat lebih terbuka wawasannya tentang pentingnya cinta tanah air” tambah Pratiara.

Kegiatan pelatihan bela negara ini dilaksanakan dengan serius, ikhlas, disiplin, dan juga ceria oleh seluruh peserta. Dengan instruktur yang juga dari petugas Kepolisian Sektor Parapat, materi yang diberikan selama dua hari cukup padat, diantaranya yaitu baris-berbaris, protokoler upacara bendera, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, latihan fisik, games, dan juga kebersamaan.

Terkait kegiatan pelatihan yang tidak diaksanakan bertepatan dengan tanggal peringatan Hari Bela Negara, yaitu setiap tanggal 19 Desember, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BP2HK Aek Nauli, Yessy Arina, SE, menjelaskan bahwa karena keterbatasan waktu, kegiatan pelatihan Bela Negara tidak bisa dilakukan pada pada 19 Desember 2019 lalu, sehingga akhirnya dilaksanakan pada awal tahun 2020. Selain itu menurutnya kegiatan pelatihan bela negara tak harus dilaksanakan secara seremonial setiap tanggal tertentu saja, melainkan dapat dan harus juga  dilakukan kapan saja negara membutuhkan.

“Jadi tak harus terpaku hanya dilaksanakan pada 19 Desember saja, kegiatan pelatihan bela negara bisa setiap saat dilakukan, karena kapanpun negara membutuhkan kita harus siap, apalagi ini momennya juga pas awal tahun, ini akan menjadi titik awal kita di tahun 2020 ini untuk lebih mengekspresikan rasa cinta kita terhadap tanah air” ungkap Yessy. “Semoga di tahun 2020 ini, seluruh tenaga kontrak dan bakti rimbawan BP2LHK Aek Nauli dapat lebih disiplin dan lebih memaknai rasa cinta tanah air” pungkasnya.

Sebagai informasi, hari Bela Negara diperingati setiap tahunnya pada tanggal 19 Desember melalui Keppres Nomor 28 Tahun 2006. Penetapan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara dipilih untuk mengenang peristiwa sejarah ketika tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer ke II dengan mengumumkan tidak adanya lagi Negara Indonesia. Ketika itu, guna menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia, Presiden Indonesia, Ir. Soekarno memberikan mandat penuh kepada Syafrudin Prawira Negara untuk menjalankan pemerintahan dengan membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Padang, Sumatera Barat.***Hrs

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *