Balitbang LHK Aek Nauli

Teknik Fotografi Alam Liar

teknik fotografi alam liarFotografi pada alam liar atau biasa disebut wildlife photography pada saat ini menjadi tren tersendiri bagi orang-orang yang memiliki hobi bertualang dan menyukai tantangan.Menjadi seorang wildlife photographer tidaklah semudah yang dilihat. Seorang fotografer harus berhati-hati dalam mengabadikan berbagai momen yang terjadi di alam liar.

Untuk menjadi seorang wildlife photographer, selain diperlukan keberanian dan fisik yang kuat, diperlukan pula teknik dalam pengambilan gambar dalam jenis fotografi ini. Apa saja yang dipersiapkan untuk menjadi seorang wildlife photographer? Simak ulasan berikut.

Persiapan Fisik

Sesorang wildlife photographer harus memiliki fisik yang prima untuk menghadapi berbagai jenis medan yang sulit. Selain itu, fisik yang prima juga sangat diperlukan untuk menghadapi cuaca yang ekstrem di lokasi pengambilan gambar.

Ciptakan Ketertarikan

Insting yang kuat juga harus dimiliki seorang wildlife photographer. Fotografer harus memahami apa yang terjadi di alam liar, misalnya keadaan alam, memahami spot terbaik untuk mengamati satwa liar yang waspada, mengintai, kemudian keadaan saling bertarung dan memangsa antarsatwa, dan sebagainya. Berpetualang, menciptakan ketertarikan pada alam liar, dan juga satwa-satwa yang hidup di alam liar serta lingkungannya adalah beberapa hal yang harus diperhatikan untuk hunting foto alam liar.

Bawa Peralatan untuk Foto (Kamera, Lensa, Tripod)

Hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan berikutnya yaitu pengaturan kamera dan lensa untuk menangkap momen satwa liar dalam hitungan detik. Lama waktu tangkapan terbaik kira-kira 5 sampai 20 detik saja apabila memotret di alam liar. Dengan bantuan tripod dan remote kontrol juga dapat dilakukan untuk menangkap momen berharga tersebut.

Riset Lokasi Terlebih Dahulu

Hal dasar yang harus diketahui bagi seorang wildlife photographer  adalah melakukan riset pada lokasi pemotretan. Lokasi pengambilan gambar dan karakteristik satwa liar yang menjadi objek dapat terlebih dahulu dipelajari. Alhasil, fotografer memiliki konsep untuk foto yang akan dihasilkannya.

Mencari Pemandu yang Tepat

Untuk mempermudah saat berada dilokasi pemotretan, pemandu yang tepat juga merupakan faktor penting. Apabila pemandu tidak suportif akan merugikan fotografer karena sang pemandu tidak memiliki bahan untuk berdiskusi di sepanjang perjalanan. Selain itu, foto yang dihasilkan juga akan biasa saja karena pemandu tidak mahir menentukan loksi pengambilan foto.

Menggunakan Teknik Menyamar

Teknik penyamaran juga harus dikuasai seorang wildlife photographer. Hal ini dilakukan agar fotografer dapat berada cukup dekat dengan satwa liar yang menjadi objek. Selain itu, satwa liar juga tidak terganggu dengan kehadiran fotografer. Trik yang dapat dilakukan yaitu dengan berkamuflase. Fotografer dapat menggunakan pakaian yang sesuai dengan warna pada hutan misalnya hijau muda, hijau tua, coklat, dan hitam. Taktik lain yang dapat dilakukan fotografer yaitu merayap atau mengendap-endap di antara semak-semak dan pepohonan. *NnN*

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *