Balitbang LHK Aek Nauli

Tag Archive: pinus merkusii

Koleksi Minyak Atsiri di BP2LHK Aek Nauli

Oleh:
Hendry E. Simamora, S.Hut., M.Si.
Ruth Lumbantobing, S.Hut.
Eko Febriyanto

Gambar 1. Koleksi minyak atsiri BP2LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Maret 2019)_Minyak atsiri atau yang biasa dikenal dengan minyak esensial (essential oils), minyak eteris (etherial oils), atau minyak terbang (volatile oils) merupakan minyak yang diperoleh dari ekstrak alami tanaman yang beraroma wangi (tumbuhan tertentu) sesuai dengan aroma tanaman penghasilnya, aroma tersebut diperoleh dari bagian tanaman tersebut seperti daun, kulit batang, biji, bunga, bahkan seluruh bagian tanaman.

(more…)

Miniatur Konifer Sumatera Utara di Arboretum Aek Nauli

Oleh: M. Hadi Saputra, S.Hut.

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Februari 2019)_Arboretum Aek Nauli merupakan salah satu bentuk konservasi eksitu yang dikembangkan untuk menjaga keberlangsungan genetik suatu jenis di luar habitat alaminya. Jenis tersebut merupakan jenis yang mampu tumbuh dan cocok untuk ditanam pada areal dengan ketinggian 1.200 m dpl dengan curah hujan yang tinggi. Dengan persyaratan tersebut beberapa jenis konifer yang umum tumbuh pada areal pegunungan dan suhu yang dingin menjadi pilihan yang tepat untuk dipelihara di arboretum Aek Nauli.

(more…)

Getah Pinus, Salah Satu HHBK Primadona Nasional

Kuakan pada Pinus

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) menjadi harapan penopang ekonomi bagi masyarakat setelah era hasil hutan kayu mengalami penurunan akibat luas hutan dan potensi yang semakin berkurang. Salah satu jenis pohon penghasil HHBK yang sampai saat ini masih dimanfaatkan masyarakat adalah Pinus. Pinus merupakan salah satu pohon penghasil kayu bernilai ekonomis tinggi dan juga penghasil getah sehingga disebut pohon berfungsi ganda. Jenis Pinus yang mendominasi di Indonesia adalah Pinus merkusii, daerah penyebarannya yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan seluruh Jawa (Martawijaya, et al. 2005). (more…)

Wisata Hutan Pinus di KHDTK Aek Nauli

pinus khdtk aek nauliKawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli adalah bagian dari kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba yang memiliki beberapa tipe ekosistem yang menjadi habitat beragam jenis tumbuhan dan satwaliar dilindungi. KHDTK Aek Nauli merupakan hutan lindung yang ditetapkan pemerintah sebagai kawasan hutan khusus yang ditujukan untuk hutan penelitian, pengembangan, pendidikan, religi, dan budaya. KHDTK Aek Nauli dengan luas 1900 Ha di dominasi oleh tumbuhan pinus (Pinus merkusii Jungh. et deVries). Masyarakat lokal sering menyebutnya dengan tusam.

(more…)

Dukungan Litbang Bagi Pemulihan Danau Toba

Salah satu ekosistem yang menjadi perhatian serius berbagai pihak saat ini adalah Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba. Hal ini (terutama) terkait dengan penurunan fungsi ekosistem di satu sisi dan upaya pengembangan kawasan sebagai destinasi pariwisata dunia di sisi lainnya. Secara nyata, perhatian ditunjukkan Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Danau Toba pada rangkaian perayaan kemerdekaan RI bulan Agustus tahun lalu. Namun, tidak dapat dipungkiri Danau seluas 110 ribu ha dan daerah resapan seluas 280 ribu ha yang tersebar pada tujuh kabupaten (Karo, Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi dan Samosir) telah mengalami penurunan fungsi. Hal ini tercermin dari kuantitas dan kualitas air yang menurun, serta peningkatan areal hutan dan lahan yang terdegradasi. Sejak tahun 1985 sekurangnya 16-30 ribu ha lahan hutan telah berubah tipe penutupan dan tergedradasi. Data ini tentu bisa diperdebatkan jika kita mempertimbangkan tipe penutupan awalnya, namun secara kasat mata proses degradasi terus berlangsung.

(more…)