Balitbang LHK Aek Nauli

Tag Archive: KHDTK Aek Nauli

FGD Penerapan Iptek Pengembangan Ekowisata KHDTK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Juli 2019)_Sebagai pintu gerbang wisata di Danau Toba, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli mempunyai potensi yang tinggi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara. Hal tersebut disampaikan Prof. Ris. Dr. Drs. H. M. Bismark, MS, yang mewakili Kepala Puslitbang Hutan (P3H) pada saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Iptek Pengembangan Ekowisata KHDTK Aek Nauli, Rabu (17/7/2019). Luaran dari FGD ini yaitu strategi pengelolaan pengunjung di kawasan ekowisata KHDTK Aek Nauli serta model pengelolaan kawasan ekowisata KHDTK Aek Nauli.

(more…)

Kompos Kotoran Gajah Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Mei 2019)_Adanya empat ekor gajah di Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) pada Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli selain membawa dan menghadirkan dampak positif dalam hal peningkatan jumlah pengunjung sudah pasti juga memiliki dampak negatif, di mana kehadiran gajah ternyata menimbulkan masalah baru khususnya terkait limbah kotorannya.

(more…)

Shinrin Yoku di Aek Nauli

Foto By: Novrianty Naomas Nainggolan

BP2LHK Aek Nauli (AekĀ  Nauli, Mei 2019)_Shinrin Yoku atau Forest Bathing merupakan bentuk lain dari Nature Theraphy, yaitu berinteraksi langsung dengan udara atau suasana di hutan. Metode terapi ini menggunakan kondisi alam baik berupa tegakan hutan, taman bunga, maupun kondisi natural yang memberikan respon positif terhadap kondisi manusia baik secara pisikologi maupun fisik manusia. Dengan kata lain, Shinrin Yoku adalah pemanfaatan kondisi hutan yang asri dan tenang serta atmosfir positif di dalamnya untuk kesehatan manusia. Shinrin Yoku sendiri mulai dicanangkan oleh pemerintah Jepang pada tahun 1982 melalui kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang.

(more…)

Potensi Rotan di Sumatera Utara

Calamus caesius
Sumber: http://www.palmpedia.net/wiki/Calamus caesius

Rotan merupakan tumbuhan khas tropika, terutama di kawasan hutan tropika basah yang heterogen. Pada umunya rotan tumbuh secara alami dari daerah pantai hingga pegunungan di ketinggian 0-2900 meter diatas permukaan laut pada jenis tanah berawa, tanah kering, hingga tanah pegunungan dan semakin sedikit di daerah berbatu kapur. Rotan jarang dijumpai apabila tempat tumbuh semakin tinggi.

(more…)

Rangkong; Burung Paruh Besar yang Terancam Punah

Oleh: Firman (Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan)

Rangkong Badak (Buceros rhinoceros)
(Sumber foto: http://orientalbirdimages.org)

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna. Salah satu fauna yang akhir-akhir ini sering dibicarakan karena status konservasinya terancam punah adalah burung Rangkong (Rhinoceros hornbill). Satwa ini merupakan salah satu spesies burung Rangkong terbesar di Asia yang banyak tersebar di kawasan Asia Tenggara terutama di hutan Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

(more…)