Balitbang LHK Aek Nauli

Tag Archive: danau toba

Pengembangan Model IAAS di DTA Danau Toba

Model IAAS digambarkan sebagai praktek sistem agroforestry yang diintegrasikan dengan budidaya lebah madu Apis dan Trigona untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Dalam pengembangannya, model ini memerlukan serangkaian kegiatan berupa (a) penyiapan kelompok tani; (b) pengelolaan produksi; dan (c) pengelolaan pemasaran. Penyiapan kelompok dimulai dengan identifikasi lokasi-lokasi dan kelompok tani yang potensial bagi pengembangan kluster budidaya. Perencanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan memperhatikan isu-isu gender dan kearifan lokal. Pelatihan teknik budidaya dilakukan langsung di lapangan.

(more…)

Wisata Budaya Danau Toba: Sianjur Mula-Mula, Disini Segalanya Bermula

Gunung Pusuk Buhit

Selain panoramanya yang indah, Danau Toba juga memiliki banyak situs-situs budaya yang menarik. Banyak peninggalan bersejarah tersebut memiliki posisi penting dan disakralkan oleh masyarakat setempat. Salah satunya adalah daerah yang bernama Sianjur Mula-mula, sebuah daerah yang dipercaya oleh masyarakat batak sebagai lokasi asal-muasal peradaban suku Batak di Danau Toba. Di daerah ini terdapat sebuah daerah bernama “Pusuk Buhit”, sebuah gunung dengan ketinggian 1.500 mdpl di sebelah Barat Danau Toba, yang dipercaya sebagai lokasi turunnya manusia pertama suku Batak di muka bumi.

(more…)

Model dan Potensi Integrated Agroforestry-Apiculture System untuk Danau Toba

Permasalahan degradasi Daerah Tangkapan Air Danau Toba bersifat multidimensi sehingga upaya pemulihannya memerlukan pendekatan holistik, integratif serta penegasan tentang pentingnya perencanaan strategis yang melibatkan peran aktif masyarakat. Peningkatan produktivitas lahan yang dapat mengembangkan sumber pendapatan alternatif masyarakat perlu diidentifikasi. Budidaya pertanian intensif maupun peningkatan efisiensi dan optimalisasi penggunaan lahan akan memberikan manfaat bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Dalam hal ini model sistem agroforestry yang terintegrasi dengan budidaya lebah (Integrated Agroforestry Apiculture System –IAAS) dapat diajukan sebagai skema yang perlu dikembangkan.

(more…)

Litbang Aek Nauli Kembangkan Klon Unggul Kemenyan Toba

Salah satu skema pengelolaan hasil hutan bukan kayu yang memiliki sejarah yang panjang serta menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian masyarakat Tapanuli adalah penyadapan getah Kemenyan. Secara historis komoditas ini telah dibudidayakan sejak lama dan menjadi komoditas perdagangan antar bangsa di Nusantara sejak abad VI. Akan tetapi, penurunan jumlah populasi akibat penebangan, konversi dan penurunan produktivitas mengakibatkan produksi getah kemenyan semakin menurun setiap tahunnya. Umur tanaman yang sudah tua, belum menggunakan bibit unggul serta masih mengandalkan regenerasi alami yang rendah merupakan beberapa penyebab rendahnya produktivitas tersebut.

(more…)

Buah Harimonting, Makanan Sang Jenderal

Tahukah anda bahwa seorang Jendral asal Batak dimasa kanak-kanaknya memakan harimonting  dalam kesehariannya dikarenakan tidak memiliki uang untuk jajan? Si anak kecil yang malang ini bernama Tiopan Bernhard Silalahi atau yang kita kenal saat ini dengan nama TB. Silalahi. Tiopan kecil sering mengkonsumsi buah Harimonting sebagai makanan pengganjal perut. Hal itu dilakukan Tiopan kecil agar tetap bertahan di tengah kemiskinan yang membelit keluarganya. Saat menuntut ilmu di Sekolah Rakyat, Tiopan kecil sering mengalami kelaparan. Hanya makan sederhana untuk sarapan pagi, tanpa ada uang saku untuk jajan. Ia hanya menjadi penonton yang baik saat teman-temannya jajan makanan. Dengan terpaksa, Tiopan kecil hanya dapat menelan air liur. Tidak ada uang untuk membeli makanan. Tiopan kecil hanya mampu mengisi perutnya dengan buah Harimonting yang tumbuh liar di lereng gunung seputar Danau Toba. Pengalaman masa kecil TB. Silalahi ini dapat ditemukan di Yayasan TB. Silalahi Center Balige Sumatera Utara. Kelak Tiopan malang ini menjadi seorang perwira tinggi berpangkat terakhir bintang tiga, Letnan Jendral TNI (Purnawirawan).

(more…)