Balitbang LHK Aek Nauli

Shinrin Yoku di Aek Nauli

Foto By: Novrianty Naomas Nainggolan

BP2LHK Aek Nauli (Aek  Nauli, Mei 2019)_Shinrin Yoku atau Forest Bathing merupakan bentuk lain dari Nature Theraphy, yaitu berinteraksi langsung dengan udara atau suasana di hutan. Metode terapi ini menggunakan kondisi alam baik berupa tegakan hutan, taman bunga, maupun kondisi natural yang memberikan respon positif terhadap kondisi manusia baik secara pisikologi maupun fisik manusia. Dengan kata lain, Shinrin Yoku adalah pemanfaatan kondisi hutan yang asri dan tenang serta atmosfir positif di dalamnya untuk kesehatan manusia. Shinrin Yoku sendiri mulai dicanangkan oleh pemerintah Jepang pada tahun 1982 melalui kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang.

Hasil penelitian menunjukkan dampak positif hutan terhadap kesehatan fisik manusia. Kegiatan berjalan di hutan dapat menurunkan hormon kortisol yang merupakan hasil kimiawi dari stress pada tubuh. Selain itu juga menurunkan tekanan darah, serta menstabilkan detak jantung. Lebih lanjut terapi hutan akan menurunkan faktor-faktor penyebab pisikologi negatif seperti jantung dan peredaran darah.

Terapi hutan telah banyak dilakukan di beberapa belahan dunia seperti di Jepang. Kegiatan berupa berjalan di dalam hutan sembari menikmati pemandangan alam. Kicauan burung, serangga dan aliran air menjadi sensasi untuk memberikan ketenangan. Dilihat dari aspek biokimia, kegiatan ini ditampilkan secara lebih terperinci sebagai interaksi antara aroma terapi dari tumbuhan dalam hutan serta kelimpahan oksigen yang meningkatkan rasa nyaman dalam tubuh manusia. Ekspresi pisikologis merupakan hasil dari interaksi biokimia dalam tubuh dengan lingkukngan sekitarnya.

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli dengan kondisi hutannya yang masih terjaga menjadi nilai lebih untuk dijadikan lokasi yang tepat untuk terapi hutan. Lebih lanjut, keberadaan Balai Litbang LHK Aek Nauli mendukung sarana dan prasarana bagi para “pasien” untuk dapat melakukan terapi dengan lebih nyaman. Kawasan Hutan Aek Nauli memiliki sarana tempat tinggal, jalur tracking, serta kelimpahan hutan yang masih asri. Seyogyanya, KHDTK Aek Nauli dapat menjadi lokasi yang tepat bagi para pelancong untuk memperoleh ketenangan serta menjadi sarana terapi dalam pengobatan terhadap dampak negatif rutinitas hidup perkotaan. **MHS

 

Pustaka

[1] M. M. Hansen, R. Jones, and K. Tocchini, “Shinrin-Yoku ( Forest Bathing ) and Nature Therapy : A State-of-the-Art Review,” nternational Journal of Environmental Research and Public Health, vol. 14, no. 2, pp. 1–48, 2017.

[2] B. Jin, P. Æ. Yuko, and T. Æ. Tamami, “The physiological effects of Shinrin-yoku ( taking in the forest atmosphere or forest bathing ): evidence from field experiments in 24 forests across Japan,” Environ Health Prev Med, vol. 15, pp. 18–26, 2010.

[3] J. Lee et al., “Influence of Forest Therapy on Cardiovascular Relaxation in Young Adults,” Hindawi Publishing Corporation Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, pp. 1–7, 2014.

Bagikan ini di:

1426total visits,2visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *