Balitbang LHK Aek Nauli

Fakta Menarik Tentang Rusa

Oleh: Marjono (Teknisi Litkayasa Penyelia)

Rusa Sambar (Rusa unicolor)

Rusa, sambar, atau menjangan (bahasa Inggris: deer) adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia Cervidae. Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia yang terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok rusa dunia lama yang termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae; serta kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae.

Bobot rusa umumnya berkisar 30-250 kg, meskipun Pudu Utara rata-rata 10 kg, dan Moose rata-rata 431 kg. Mereka umumnya memiliki badan luwes, kompak dan panjang, kaki kuat cocok untuk medan hutan kasar. Rusa juga merupakan jumper yang sangat baik dan perenang. Rusa merupakan hewan ruminansia atau kunyahan-pengunyah, dan memiliki empat bilik perut. Gigi rusa disesuaikan dengan vegetasi yang dimakannya, dan seperti ruminansia lainnya, rusa kekurangan atas gigi seri, bukan memiliki pad berat di bagian depan rahang atas. Beberapa rusa, seperti Rusa Cina, Rusa Tufted, dan kijang telah diperbesar atas gigi taring membentuk taring tajam, sementara spesies lain sering kekurangan taring atas sama sekali. Gigi pipi rusa memiliki pegunungan sabit dari enamel, yang memungkinkan mereka untuk menggiling berbagai vegetasi.

Rusa Timor (Rusa timorensis)

Ciri khas rusa paling mudah dikenali adalah antler atau disebut tanduk rusa. Bukan tanduk biasa seperi halnya tanduk domba. Tanduk rusa ini tumbuh dari jaringan hidup berupa tulang padat yang umumnya dimiliki rusa jantan yang setiap tahunnya berganti tanduk. Hal ini karena tanduk rusa merupakan jaringan hidup yang paling cepat tumbuh di muka bumi. Tanduk juga merupakan senjata penting bagi rusa. Dengan tanduknya rusaa menjaga diri dari serangan musuh. Kadang-kadang hanya melihat tanduknya seekor pemangsa akan meninggalkan rusa seorang diri.

Dengan adanya tanduk, rusa dapat melindungi diri dari musuh-musuhnya. Selain bermanfaat bagi rusa itu sendiri, ternyata ada manfaat lain yang dapat kita ambil yaitu sebagai obat alternatif. Tanduk rusa dikenal berfungsi untuk menghangatkan dan memperkuat tubuh, menambah darah, dan daya pikir, memperkuat otot dan tulang, serta menghilangkan keletihan. Tanduk rusa, juga bisa menyembuhkan pusing, gangguan pendengaran, mata rabun, nyeri tulang, ejakulasi dini, mengatasi kencing batu dan tumor/koreng, serta memperkuat kandungan. Dalam pengobatan tradisional, tanduk rusa memang lazim digunakan. Selain itu, ekor, darah, janin, dan alat kelamin rusa jantan juga sering dimanfaatkan.

Empat jenis rusa asli Indonesia terdiri dari Rusa Sambar (Rusa unicolor), Rusa Timor (Rusa timorensis), Rusa Bawean (Axis kuhli), dan Kijang (Muntiacus muntjak). Berdasarkan struktur tubuhnya, Rusa Sambar memiliki ukuran yang paling besar diikuti Rusa Timor, Rusa Bawean, serta Kijang merupakan jenis yang paling kecil.

Rusa Bawean (Axis kuhlii)

Dalam daftar merah IUCN, Rusa Sambar (R. unicolor) dikategorikan dalam “Vulnerable” (VU; Resiko Rendah) sejak tahun 1996 meskipun sebelumnya pernah mendapatkan status “Endangered” (EN; Terancam Punah). Sedangkan dalam perangkat hukum Indonesia, Rusa Sambar termasuk dalam daftar satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Populasi Rusa Timor (R. timorensis) secara keseluruhan diperkirakan sekitar 10.000 hingga 20.000 ekor dewasa. Berdasarkan jumlah populasi dan persebarannya, Rusa Timor dimasukkan dalam status konservasi “Vulnerable” (Rentan) oleh IUCN Red List. Ancaman utama terhadap Rusa Timor berasal dari perburuan yang dilakukan oleh manusia untuk mengambil dagingnya. Penurunan populasi juga diakibatkan oleh berkurangnya lahan dan padang penggembalaan (padang rumput) di kawasan hutan yang menjadi habitat Rusa Timor. Hilangnya padang rumput ini ada yang diakibatkan oleh konversi menjadi lahan pertanian dan pemukiman juga oleh kesalahan pengelolaan seperti penanaman pohon yang kemudian merubah padang rumput menjadi hutan semak seperti yang pernah terjadi di Taman Nasional Baluran.

Rusa Bawean (A. kuhli) semakin terancam punah di habitat aslinya. Pada akhir 2008, peneliti LIPI menyebutkan jumlah populasi rusa bawean yang berkisar 400-600 ekor. Sedangkan menurut IUCN (2006), satwa endemik yang mulai langka ini diperkirakan berjumlah sekitar 250-300 ekor yang tersisa di habitat asli. Populasinya yang sangat kecil dan kurang dari 250 ekor spesies dewasa membuat IUCN Redlist sejak tahun 2008 memasukkan Rusa Bawean dalam kategori “Kritis” (CR; Critiscally Endangered) atau “Sangat Terancam Kepunahan”. Selain itu CITES juga mengategorikan spesies ini dalam daftar “Appendix I”.

Kijang termasuk satwa yang dilindungi dalam PP No. 7 Tahun 1999, tetapi berdasarkan populasinya dianggap belum terancam kepunahan. Oleh IUCN Redlist, kijang dikategorikan dalam status konservasi “Least Concern” atau “Resiko Rendah” sejak 1996.

Kijang (Muntiacus muntjak)

Beberapa fakta menarik tentang rusa, diantaranya:

  1. Semua rusa dikategorikan sebagai Artiodactyl karena memiliki kuku dan jumlah jari-jari kaki.
  2. Rusa jantan dari semua jenisnya memiliki tanduk yang disebut antler kecuali Rusa Air dari China yang memiliki gigi taring tajam.
  3. Rusa tersebar luas di dunia kecuali Antartika dan Australia. Peneliti memahami mengapa rusa tidak bisa hidup di Antartika karena faktor suhu yang dingin, namun mengapa Rusa tidak bisa bertahan di Australia itu yang masih menjadi misteri.
  4. Spesies rusa di Afrika hanya satu yaitu Red Deer.
  5. Reindeer merupakan satu-satunya jenis rusa dimana betinanya memiliki tanduk seperti rusa jantan.
  6. Rusa pertama kali diidentifikasi di Eropa kemudian dibawa ke Selandia Baru.
  7. Rusa memiliki banyak otot di telinga. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengubah arah telinga tetapi mereka tidak harus memindahkan tubuhnya.
  8. Kemampuan rusa mendengarkan jauh lebih baik daripada manusia. Rusa dapat menangkap frekuensi-frekuensi yang manusia tidak bisa. Mereka juga dapat mengubah telinga mereka ke segala arah tanpa memutar kepala mereka.
  9. Kebanyakan orang tidak tahu bahwa rusa mampu berenang.
  10. Rusa memiliki mata yang berada di sisi kepala, sehingga mereka memiliki pandangan 310o.
  11. Rusa termasuk hewan pelari cepat. Kecepatan rata-rata rusa adalah 35 mil per jam untuk jarak pendek.
  12. Bobot rusa umumnya berkisar dari 40-680 kilogram.
  13. Rusa tidak berbau sehingga jarang terdeteksi predator selama mereka berada diluar pandangan predator.
  14. Rusa juga memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mencium bau. Mereka bisa mencium makanan dari jarak yang jauh. Rusa menggunakan kemampuan ini untuk berkomunikasi satu sama lain dan untuk mendeteksi posisi pasangan kelompok lainnya.
  15. Rusa kurang aktif di musim dingin dibandingkan di waktu musim panas. Ini adalah proses yang memungkinkan mereka untuk menyimpan energi. Karena ada sedikit makanan yang tersedia dimusim dingin sehingga hal tersebut salah satu alasan mengapa rusa tidak bisa bertahan di Antartika.
  16. Semua spesies rusa memiliki perut empat ruang sehingga mereka bisa memamah biak. Proses ini melibatkan sebagian mengunyah makanan, muntah, dan kemudian mengunyah lebih lembut sebelum dapat dicerna ke dalam tubuh.
  17. Rusa berubah warna dan mengganti tanduk setelah musim panas dan sebelum musim dingin atau disebut musim gugur. Perubahan ini biasanya terjadi dalam satu atau dua minggu.
  18. Rusa di alam liar memiliki rata-rata rentang hidup 15-20 tahun. Namun, dapat bervariasi berdasarkan lokasi dan spesies.

 

Referensi:

http://abahmandar.blogspot.com/2013/05/mengenal-jenis-rusa-asli-indonesia.html

https: //alamendah.org/2010/11/15/kijang-muntiacus-muntjak-rusa-asli-indonesia/

https://id.wikipedia.org/wiki/Rusa

https: //www.4muda.com/mengenal-jenis-rusa-dan-mengetahui-fakta-menarik-rusa-di-seluruh-dunia/

Bagikan ini di:

2500total visits,5visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *