Balitbang LHK Aek Nauli

Revolusi Mental BP2LHK Aek Nauli

Pagi yang cerah hari ini (13/03/2017), Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli melaksanakan kegiatan apel pagi pembinaan. Apel ini dipimpin langsung oleh kepala balai, Pratiara, S.Hut., M.Si. dan Kepala Seksi Sarana Penelitian, Eddy Syahputra Sitepu, SH. sebagai komandan apel. Agenda apel kali ini adalah pembinaan revolusi mental Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup BP2LHK Aek Nauli.

Apel pagi dibuka oleh Kepala Balai selaku pemimpin apel, dalam kesempatan ini menyampaikan revolusi mental mencakup 5 hal yaitu melayani, tertib, bersih, mandiri, dan bersatu. Revolusi mental yang disampaikan kepala balai adalah revolusi mental seperti arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Apel pagi ini bertujuan untuk memberikan arahan dan memotivasi pegawai agar meningkatkan kinerja balai. “Kita disini semua sama (red: Aek Nauli), tidak ada yang menjadi bos. Kalau ada yang menjadi bos itu namanya raja,” tegas Pratiara. Pratiara menjelaskan tenaga struktural harus melayani peneliti. “Kita sudah ditempatkan pada masing-masing seksi. Itu patut disyukuri,” ujar beliau. Pratiara juga menjelaskan bahwa pegawai harus tertib dan disiplin dalam penyelesaian pekerjaan dan target-target yang menjadi tanggung jawabnya tanpa mengeluhkan jam kerja yang dijalani. “Rotasi pegawai pasti dilakukan untuk kebutuhan organisasi dan dapat memberikan pengalaman baru untuk pegawai,” ujarnya.

Pratiara juga mengharapkan semua pegawai dapat menjaga kebersihan ruangan kerja masing-masing. “Apabila kita tidak peduli dengan diri sendiri, maka bagaimana kita dengan orang lain,” tegasnya. Selain itu, pegawai juga diharapkan bisa mandiri untuk menyelesaikan pekerjaannya walaupun ada rotasi pegawai. “Setiap orang itu wajib belajar, jadi dimana pun kita ditempatkan kita harus bisa menyelesaikan pekerjaan,” kata beliau menambahkan. Disisi lain, Pratiara juga mengharapkan lingkungan kerja yang saat ini dapat menyatu sehingga balai semakin solid dan koordinasi yang semakin mudah dan efektif.

Pratiara menjelaskan bahwa ASN yang tidak hadir pada saat apel dengan alasan yang tidak masuk akal atau tidak jelas akan diberikan sanksi tegas, sebab ASN harus berperilaku sesuai aturan yang berlaku di tempat kerjanya. “Jika tidak hadir, maka dikenakan sanksi” ujar Pratiara.

Pada akhir arahannya, Pratiara berterima kasih atas kedisiplinan dan juga komitmen bersama. “Mudah-mudahan kita bisa berikan yang terbaik bagi balai ini,” tutupnya. Apel pagi ini pun ditutup dengan doa bersama.

***

Kontributor foto: Hery Susanto

Bagikan ini di:

1 Comment

  1. Dimas delapan

    melayani, tertib, bersih, mandiri, dan bersatu.. itu memang sangat penting… luar biasa. Semoga BP2LHK semakin di depan.. aamiin..

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *