Balitbang LHK Aek Nauli

Promosi Parfum Kemenyan kepada Gubernur Sumatera Utara

Inovasi untuk meningkatkan nilai tambah produk terutama Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) menjadi hal yang sangat diperlukan dalam rangka mendukung kesejahteraan masyarakat. Berbagai jenis HHBK yang melimpah di Sumatera Utara sebagian besar dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan, sebut saja jernang, kapur barus, getah pinus, kemenyan, dll.

Untuk meningkatkan nilai tambah dari kemenyan, Peneliti di BP2LHK Aek Nali melakukan inovasi membuat Parfum yang terbuat dar ekstraksi limbah pemanenan kemenyan (Styrax sumaterana). Parfum kemenyan ini diharapkan dapat menambah nilai jual dari getah kemenyan yang akan mendukung kesejahteraan masyarakat. Diperlukan banyak usaha untuk mepromosikan dan menyebarluaskan informasi tentang inovasi Parfum kemenyan ke seluruh masyarakat.

Senin 12/12/2017, Pratiara, S.Hut M,Si selaku Kepala Balai Penelitin dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli mempromosikan Parfum kemenyan dihadapan Gubernur Sumatera Utara, H.Tengku Erry Nuradi, S.E, M.Si. Selain itu turut hadir juga Dirjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Dr. IB Putera Partama, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Ir. Aalen Purba, MM, Direktur KPH  , Kepala BP2HP wilayah II Sumatera Utara, Ir. Halen Purba, MM.

Aroma Parfum kemenyan tidak sama dengan aroma kemenyan yang dibakar yang biasa digunakan untuk ritual-ritual kepercayaan masyarakat. “Aromanya lembut” komentar Tengku Erry. Parfum ini dapat menjadi produk unggulan Sumatera Utara untuk kedepannya” tambahnya.

Kemenyan adalah salah satu produk HHBK unggulan Sumatera Utara yang memiliki nilai perdagangan tinggi, yaitu sekitar Rp 1,2 Triliun per tahun (BPS, 2015) dan tentunya nilai tersebut dapat ditingkatkan dengan inovasi kemenyan dalam bentuk Parfum.

Tidak hanya itu, BP2LHK Aek Nauli juga berupaya menghasilkan bibit unggul Kemenyan Hybrida dan Induksi Mutasi dengan Iradiasi Sinar Gamma yang dapat memproduksi getah hingga 2 kg/pohon/tahun yang sebelumnya hanya 0,5 kg getah/pohon/tahun.

BP2LHK Aek Nauli masih dan akan terus berupaya untuk menemukan inovasi-inovasi baru dalam bidang lingkungan hidp dan kehutanan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lestari.

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *