Balitbang LHK Aek Nauli

Profile Balai

Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.25/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli tanggal 29 Januari 2016 bahwa Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli (BP2LHK Aek Nauli) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis di bidang penelitian dan pengembangan hutan yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Inovasi dipimpin oleh seorang Kepala Balai.

BP2LHK Aek Nauli mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang hutan, hasil hutan, peningkatan kualitas, dan laboratorium lingkungan, sosial, ekonomi, penyiapan bahan saran kebijakan dan perubahan iklim serta melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan  yang menjadi kebutuhan daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud di atas, BP2LHK Aek Nauli menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

  1. Penyusunan rencana, program dan anggaran penelitian dan pengembangan
  2. Pemantauan evaluasi dan pelaporan penelitian dan pengembangan
  3. Penelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan
  4. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta kerjasama penelitian dan pengembangan
  5. Pengelolaan KHDTK dan Hutan Penelitian yang menjadi tanggung jawab Balai
  6. Pelayanan data dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi hasil-hasil penelitian dan pengembangan
  7. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai

Kebijakan prioritas penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN III) Tahun 2015-2019 bidang kehutanan adalah Peningkatan daya saing sektor Kehutanan, Hutan dikelola secara profesional ditingkat tapak, Pemisahan fungsi administratur dan pengelola dan memantapkan operasionalisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). Sehingga seluruh kawasan hutan yang dikelola oleh KPH diharapkan mampu mengoptimalkan sumberdaya yang ada menjadi produktif, optimal dan lestari dan mampu mandiri dalam pengelolaannya.

Untuk menyelaraskan kebijakan tersebut, maka pembentukan dan operasionalisasi KPH menjadi paradigma baru dalam pengelolaan hutan. Keberadaan KPH diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan produktifitas sumberdaya hutan sekaligus berdampak terhadap peningkatan ekonomi nasional, regional, peningkatan pendapatan masyarakat khususnya disekitar hutan dan berpeluang terbukanya lapangan kerja baru menjadi turunnya angka kemiskinan.

Badan Litbang dan Inovasi saat ini melakukan empat program riset yaitu, (1).Litbang Hutan, (2).Litbang Hasil Hutan, (3).Litbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (4).Litbang Sosial, Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim yang tertuang dalam 15 (lima Belas) Rencana Penelitian Pengembangan Integratif (RPPI) 2015-2019 yang dikemas oleh masing-masing satker dalam Rencana Kerja (RENJA) tahunan.

Tugas Pokok dan Fungsi

Visi dan Misi