Balitbang LHK Aek Nauli

Produk Kerajinan Tangan dari Limbah Pengelolaan Gajah

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Januari 2019)_Dari tanggal 14 s/d 18 Januari 2019, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli mengundang Perkumpulan Petualang Alam Bebas (PETALA) Kota Tebing Tinggi untuk berbagi pengalaman dan melakukan pelatihan pengolahan limbah gajah yang ada di Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC). Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh Teknisi Litkayasa, ibu-ibu Dharma Wanita, serta masyarakat yang ada di sekitar perumahan BP2LHK Aek Nauli.

Membuka kegiatan ini, Ismed Syahbani, S.Hut, Kepala Seksi Data, Informasi dan Kerjasama BP2LHK Aek Nauli, menyampaikan harapannya agar limbah gajah dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga tidak menimbulkan masalah pencemaran dan menjadi sumber penyakit.

“Pelatihan ini harus dilaksanakan secara serius agar bermanfaat. Kita sudah coba membuat produk seperti kompos dan kertas, namun kurang maksimal. Jadi bapak/ibu manfaatkanlah PETALA yang sudah hadir ini, kira-kira bisa dijadikan produk apa lagi limbah pengelolaan gajah yang ada, jangan sampai limbah tersebut tertumpuk begitu saja,” tutur Ismed.

Ari Usman, Ketua Pembina PETALA yang menjadi narasumber menyampaikan bahwa mereka sudah beberapa kali membantu melakukan pendampingan pengembangan pariwisata desa dan pelatihan pembuatan kerajinan dengan pemanfaatan limbah lingkungan menjadi bernilai ekonomis, yang difasilitasi oleh berbagai dinas pemerintahan. Diantaranya di Palembang (Kab. Banyuasin), Sulawesi Tenggara (Kab. Buton Tengah), Nusa Tengara Barat, Bukit Tinggi, Pekan Baru (Teluk Kuantan), Provinsi Aceh (Sabang), Sumatera Utara (Desa Pamela, Desa Kedai Damar, Desa Serba Nanti, dan Desa Tiga lingga.

Produk yang pernah mereka latih dan kembangkan antara lain adalah kerajinan limbah bambu menjadi souvenir, membuat pelatihan abon ikan patin, membuat kue bawang menggunakan limbah ubi rambat yang terbuang, membuat kertas dengan limbah eceng gondok, serta membuat kompos.

Selain itu Ari berharap agar BP2LHK Aek Nauli bisa memiliki desa binaan dan juga bisa bekerjasama dengan PETALA untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan cinta terhadap lingkungan dan memanfaatkan limbah yang ada pada lingkungan masyarakat itu sendiri.

“Persoalan yang ada pada masyarakat adalah kurangnya memanfaatkan limbah lingkungan menjadi ekonomi yang baru,” kata Ari.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti BP2LHK Aek Nauli, Wanda Kuswanda, S.Hut, M.Sc yang melaksanakan kegiatan litbang ekowisata gajah, menyampaikan bahwa jika kegiatan ini bisa berjalan dengan maksimal, maka tentunya ilmu/keterampilan yang didapat pasti akan sangat berguna bagi balai dan juga masyarakat sekitar.

“Setelah peserta dari kita mahir, harapannya BP2LHK Aek Nauli akan juga melakukan pelatihan kepada kelompok masyarakat desa sekitar balai dalam memanfaatkan limbah yang dihasilkan gajah,” tutur Wanda. “Harapannya pendapatan ekonomi masyarakat juga akan berkembang,” tambah Wanda.

Dari hasil pelatihan selama 5 hari, kerajinan tangan dan souvenir yang berhasil dibuat antara lain keranjang makan, keranjang tempat buah dari limbah lidi sawit, sementara dari limbah bekas botol plastik adalah bunga dan vas bunga, selain itu ada juga ukiran miniatur kepala gajah dan lampu tidur yang memanfaatkan sisa potongan kayu.

“Lumayan bisa menambah pengetahuan dalam memanfaatkan limbah, siapa tau nanti kami bisa membuat lebih banyak dan hasilnya bisa dijual sebagai souvenir” kata Pidin Mudiana, A.Md, Teknisi litkayasa BP2LHK Aek Nauli yang tekun mengikuti pelatihan sampai hari terakhir.***NNN

Hasil kerajinan tangan dan souvenir:

Keranjang

Keranjang

 

 

 

 

 

 

 

Vas bunga

Bunga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ukiran miniatur kepala gajah

Lampu tidur

Bagikan ini di:

2152total visits,3visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *