Balitbang LHK Aek Nauli

PPL Pertanian Kab. Taput Konsultasi Rencana Pelatihan Kemenyan ke BP2LHK Aek Nauli

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Kamis, 16 Agustus 2018 mendapatkan kunjungan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kab. Tapanuli Utara (Taput). Kunjungan tersebut dalam rangka berkonsultasi dan koordinasi tentang rencana Pelatihan Pembibitan dan Budidaya Kemenyan yang akan dilaksanakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Pangaribuan, pada taggal 6 s/d 8 September 2018.

Harianja, PPL Pertanian yang berkunjung menyampaikan bahwa pelatihan tersebut adalah dalam rangka mewujudkan salah satu misi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara “Menjadikan Desa Sebagai Pusat Percepatan Pembangunan”. Harianja berharap BP2LHK Aek Nauli bisa menyediakan waktu dan tenaga ahli yang bisa menjadi instruktur dalam pelatihan tersebut.

“Di Kec. Pangaribuan khususnya di Desa Purbatua, pohon Kemenyan yang masih tersisa adalah pohon warisan yang ditanam oleh masyarakat puluhan tahun lalu di dalam hutan, sehingga pohon kemenyan tersebut produktivitas getahnya semakin menurun” tutur Harianja. “Untuk itu kami akan melakukan sosialisasi dan pelatihan bagaimana cara membibitkan dan budidayanya yang bagus, karena selama ini masyarakat tahunya cuma bisa nanam dari anakan hasil cabutan yang keberhasilannnya sedikit sekali” tambah Harianja.

Dalam kesempatan ini, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si menyampaikan bahwa Kemenyan ini memang pohon HHBK yang sangat prospek untuk dikembangkan. Saat ini BP2LHK Aek Nauli sedang mengembangkan bibit kemenyan yang getahnya bisa dipanen lebih banyak dari yang ada sekarang.

“Dari hasil penelitian kami di Kab. Humbahas, kami sudah ketemu spot pohon induknya yang bisa panen getah lebih dari 1 kg pertahun. Tapi, karena bibit yang ini susah tumbuh kalau langsung dibawa keluar, maka saat ini kami masih melakukan pembuatan bibit langsung di bawah tegakan aslinya” tutur Pratiara.

Selanjutnya Pratiara juga menyampaikan bahwa BP2LHK Aek Nauli sedang menjajagi kerjasama dengan Givaudan (Perusahaan Aroma dan Parfum yang berbasis di Swiss) untuk program community development kemenyan. Dimana nantinya Givaudan akan membeli kemenyan masyarakat dengan harga diatas pasar melalui Balai. Dengan demikian keuntungan dari kelebihan harga tersebut akan kita kembalikan lagi ke masyarakat dalam bentuk pembinaan dan pelatihan. Pratiara berharap nantinya Harianja juga bisa terlibat, terutama dalam mendata tentang luasan dan jumlah getah kemenyan yang dipanen, serta petaninya yang bisa diajak kerjasama.

Menanggapi hal tersebut, Harianja sangat tertarik dan menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Pratiara adalah merupakan ide dan terobosan baru. “Selama ini memang belum ada kelompok tani yang khusus menangani kemenyan, saya yakin community development  yang diprogramkan oleh BP2LHK Aek Nauli dan Givaudan tersebut akan berhasil nantinya.

Diakhir pertemuan, Pratiara, menyampaikan bahwa BP2LHK Aek Nauli akan mendukung dan bersedia menjadi nara sumber pelatihan, dimana nantinya akan ditunjuk peneliti dan teknisi yang ahli dan berkompeten untuk menghadiri.***MB

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *