Pilot Project Budidaya Lebah Madu Apis cerana KHDTK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli memiliki tupoksi sebagai lembaga penelitian dan pengembangan berperan untuk mengembangkan usaha lebah madu di sekitar KHDTK Aek Nauli dengan melibatkan masyarakat sekitar. KHDTK Aek Nauli sendiri merupakan kawasan yang ditetapkan pemerintah untuk kepentingan penelitian dan pengembangan kehutanan yang lokasinya merupakan bagian dari DTA Danau Toba.

Lebah madu adalah serangga sosial kaya manfaat. Lebah dapat dimanfaatkan manusia secara maksimal terkhususnya masyarakat yang berada disekitar kawasan hutan. Budidaya lebah madu selain dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat juga untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup.

BP2LHK Aek Nauli melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pilot Project Budidaya Lebah Madu dengan melibatkan masyarakat yang berada disekitar kawasan KHDTK Aek Nauli (19/7). Dalam sambutannya, Ir. IGN Oka Suparta, mewakili Kepala Balai BP2LHK Aek Nauli, menyatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendorong pengembangan usaha ternak lebah madu disekitar hutan maupun diluar KHDTK Aek Nauli melalui pemberdayaan hutan dan masyarakat petani hutan serta melatih masyarakat dalam rangka ahli teknologi di bidang budidaya lebah madu. Oka juga mengharapkan kegiatan pelatihan dan pengembangan budidaya lebah madu di sekitar KHDTK Aek Nauli dapat menstimulasi minat masyarakat dalam membudidayakan lebah madu jenis Apis cerana dan sekaligus menjadi show window/pilot IPTEK budidaya lebah madu di KHDTK Aek Nauli.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Gedung Perpustakaan Lantai 2 dimulai dengan pembukaan dan pemaparan tujuan kegiatan (sosialisasi) oleh Rospita Situmorang, S.P., M.Eng, peneliti BP2LHK Aek Nauli, selaku moderator. Narasumber pada kegiatan ini adalah Aam Hasanuddin, S.Hut, teknisi senior BP2LHK Aek Nauli. Kegiatan ini juga melibatkan para peneliti dan teknisi BP2LHK Aek Nauli dengan total jumlah peserta FGD adalah 50 orang. Kegiatan FGD ini berlangsung 1 hari dimana kegiatan utama terdiri dari 2 kegiatan yaitu pemberian materi dan praktek lapangan. Semangat peserta FGD dalam pemberian materi dilihat dari antusias peserta dalam menggali informasi/pengetahuan tentang lebah madu.

Pada sesi praktek lapangan, panitia membagi peserta FGD menjadi 3 kelompok. Tiap-tiap kelompok ditugaskan untuk mampu memindahkan koloni lebah dari glodok ke setup (kotak pemeliharaan), kemudian pemasangan sarang lebah ke frame, sampai kepada pembersihan glodok agar dapat digunakan kembali. Semangat peserta FGD semakin bertambah dengan diberikannya glodok gratis oleh panitia guna memberikan motivasi dan semangat untuk berternak lebah madu.

Aam berpesan kepada peserta agar mau dan semangat dalam membudidayakan lebah madu karena berternak lebah madu sangat menguntungkan. Berternak lebah madu dapat menambah penghasilan (contohnya untuk dijual). Madu, tepungsari (pollen), royal jelly, propolis, dan lilin lebah merupakan produk-produk yang dihasilkan dari beternak lebah madu. “Jika tidak bisa dijual, paling tidak bisa dikomsumsi pribadi/keluarga,” pungkasnya.

Kegiatan FGD ini ditutup dengan ucapan terimakasih dari peserta FGD dan panitia, dilanjut dengan bersalaman, dan foto bersama. Harapan peserta FGD agar kegiatan ini dapat berkelanjutan, sehingga peserta yang terlibat mampu menjadi peternak lebah madu yang handal dalam meningkatkan mutu lingkungan hidup. Lebah madu untuk hidup yang lebih baik.

Kontributor Artikel dan Foto: Donna Pandiangan dan Novrianty Nainggolan

Bagikan ini di:

One thought on “Pilot Project Budidaya Lebah Madu Apis cerana KHDTK Aek Nauli

  1. Budidaya lebah madu sebagai pemanfaatan dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat.. Luar biasa maju terus BP2LHK Aek Nauli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *