Balitbang LHK Aek Nauli

Pengenalan Bambu serta Kegunaannya (Bagian 2)

Oleh: Edy Julianto, S.Hut. (Teknisi Litkayasa Penyelia)

Koleksi Tanaman Bambu di Arboretum BP2LHK Aek Nauli

Tanaman bambu masih tergolong keluarga Graminae (rumput-rumputan) atau disebut giant grass (rumput raksasa), berumpun, dan terdiri dari sejumlah batang (buluh) yang tumbuh dengan bertahap, dari mulai rebung, batang muda, dan sesudah dewasa pada umur 4-5 tahun.

Akar bambu berada dalam tanah membentuk sistem percabangan. Bagian pangkal rimpang lebih sempit dari bagian ujungnya dan setiap ruas mempunyai kuncup dan akar. Bagian kuncup pada akar tersebut akan membentuk rebung, yang akan memanjang dan akhirnya akan membentuk bulu. Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas berongga, berdinding keras, dan pada setiap buku memiliki tunas atau cabang. Tinggi tanaman berkisar 0,3-30 meter, batang berdiameter 0,25-25 cm dan memiliki ketebalan dinding sampai 25 mm. Daun bambu berwarna hijau muda kekuning-kuningan, berbentuk lanset, bagian ujung meruncing, bagian pangkal daun tumpul, bagian tepi daun merata dan daging daun tipis, serta pertulangan daun sejajar dan memiliki permukaan yang kasar dan berbulu halus.

Tumbuhan bambu memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Semua bagian pada bambu dapat dimanfaatkan, mulai dari akar, batang bambu, daun, kelopak, dan rebungnya. Batang bambu adalah bagian yang paling banyak digunakan untuk berbagai macam barang keperluan sehari-hari diantaranya sebagai bahan bangunan (kontruksi), transportasi, pembuatan alat musik (seperti angklung), kerajinan rumah tangga, ornamen dan kuliner (rebung), serta sebagai bahan pengobatan alami.

Koleksi Tanaman Bambu di Arboretum BP2LHK Aek Nauli

Disisi lain, bambu juga memiliki kekurangan jika dibanding kayu diantaranya tidak tahan sentuhan cuaca langsung karena mudah memuai dan menyusut dengan cepat. Jika terkena panas dan hujan terus menerus, bambu akan mengalami degradasi warna menjadi putih kusam dan akhirnya retak dan ditumbuhi jamur.

Kekurangan bambu yang lain yaitu daya tahan beban tekan tidak sebesar kayu yang sifatnya solid. Selain itu, bambu memiliki bentuk dan ukuran yang sangat heterogen. Untuk manusia jaman now yang hidup dalam dunia kotak-kotak dan serba terukur tentu akan merepotkan menggunakan material ini. Mungkin ini juga alasan orang membuat bambu laminasi, agar ukurannya bisa diseragamkan.

Di dunia terdapat 75 genus dan 1.500 spesies bambu. Meski memiliki banyak spesies dan dulu tersebar luas di Indonesia, kini beberapa jenis bambu mulai langka dan sulit ditemukan. Kelangkaan ini terjadi lebih disebabkan oleh konversi lahan menjadi daerah pemukiman. Indonesia sendiri memiliki 88 jenis bambu endemik yang termasuk dalam 10 genus, diantaranya: arundinaria, bambusa, dendrocalamus, dinochloa, gigantochloa, melocnna, nastus, phyllostacchys, schizostachyum, dan thyrsostachyums.

Baca juga Bagian 1 tulisan ini DISINI

Referensi

http://www.bambooweb.info

http://www.dephut.go.id/INFORMASI/litbang/teliti/l_bambu.htm

https://www.antaranews.com/berita/241764/37-jenis-bambu-di-jabar-hampir-punah

https://www.edenproject.com/learn/for-everyone/plant-profiles/bamboo

Bagikan ini di:

3590total visits,2visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *