Balitbang LHK Aek Nauli

Pengembangan Model IAAS di DTA Danau Toba

Model IAAS digambarkan sebagai praktek sistem agroforestry yang diintegrasikan dengan budidaya lebah madu Apis dan Trigona untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Dalam pengembangannya, model ini memerlukan serangkaian kegiatan berupa (a) penyiapan kelompok tani; (b) pengelolaan produksi; dan (c) pengelolaan pemasaran. Penyiapan kelompok dimulai dengan identifikasi lokasi-lokasi dan kelompok tani yang potensial bagi pengembangan kluster budidaya. Perencanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan memperhatikan isu-isu gender dan kearifan lokal. Pelatihan teknik budidaya dilakukan langsung di lapangan.

Pengelolaan produksi dimulai dengan penyiapan bibit tanaman dan koloni lebah. Jenis-jenis pohon pakan yang ditanam harus memiliki karakter pembungaan yang lebat, frekuensi tinggi dengan polen yang tampak jelas atau mempunyai filamen yang panjang. Kaliandra, Makadamia, dan Kopi memiliki karakter pembungaan yang sesuai untuk lebah Apis. Sedangkan Kemenyan dan Tusam menghasilkan resin yang dapat dimanfaatkan oleh Trigona untuk menghasilkan propolis.

Pola penanaman campuran tanaman selain mengoptimalkan pemanfaatan ruang melalui stratifikasi tajuk dan perakaran, kebutuhan unsur hara dapat tersedia mandiri dari serasah dan perakaran tanaman. Aplikasi penanaman tanaman penaung seperti Ingul dan Kaliandra juga meningkatkan produktivitas Kopi. Stratifikasi tajuk dan perakaran ini juga mengurangi dampak curah hujan terdapat sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu teknik konservasi tanah dan air, terutama pada lahan-lahan miring yang mendominasi di DTA Danau Toba. Selain fungsi penaung, dedaunan tanaman Ingul juga dapat digunakan sebagai herbisida alami.

Adanya saling ketergantungan antara lebah dengan lingkungan yang bervegetasi ini merupakan rehabilitasi lahan di sekitar Danau Toba. Karakteristik lebah Trigona yang kecil dan jangkauan terbang pendek, membuatnya fokus pada pepohonan di sekitar sarang sehingga polinasi lebih intensif dibanding lebah Apis yang jangkauan terbangnya lebih jauh. Beberapa studi menunjukkan adanya kenaikan produksi tanaman budidaya jika sejumlah koloni lebah diletakkan di sekitar lokasi tanaman. Peletakan koloni lebah Apis pada kebun kopi di Pakpak Bharat juga menunjukkan peningkatan jumlah buah. Dengan adanya para petani lebah ini diharapkan selain dapat meningkatkan pendapatan mereka sendiri juga secara tidak langsung mereka akan menjaga lingkungan dengan tidak melakukan penebangan, perusakan atau pembakaran lahan seperti yang sering terjadi selama ini.

Artikel Sebelumnya: Model dan Potensi Integrated Agroforestry-Apiculture System untuk Danau Toba

Kontributor Naskah dan Foto: Aswandi dan Aam Hasanuddin

Referensi:

Aswandi, Hasanuddin A, Sunandar AD, Kholibrina CR, Sukmana A, Maskulino, Harianja AH, Susilowati A, dan Iswanto, AH. 2016. Model IAAS (Integrated Agroforestry Apiculture System) untuk Pemulihan Ekosistem dan Kesejahteraan Masyarakat di Danau Toba. Makalah pada Kongres Kehutanan Indonesia VI, Jakarta 9 November – 2 Desember 2016.

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *