Balitbang LHK Aek Nauli

Pengembangan Ekowisata Gajah KHDTK Aek Nauli

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli merupakan Unit Pelaksana Teknis lingkup Kementerian LHK yang memiliki Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli seluas 1.900 ha dinilai sangat potensial mendukung pengembangan Ekowisata Danau Toba karena letaknya berada di sekitar Danau Toba. Pengembangan Ekowisata Danau Toba oleh BP2LHK Aek Nauli ini merupakan bentuk peran aktif Kementerian LHK dalam mempercepat proses pengembangan Danau Toba menjadi destinasi wisata nasional. Hal ini selaras dengan penetapan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional oleh pemerintah.

KHDTK Aek Nauli memiliki potensi yang mendukung pengembangan Ekowisata Danau Toba karena letaknya berada di sekitar Danau Toba. Salah Satunya adalah kegiatan pengelolaan konservasi gajah jinak. Pengelolaan gajah jinak di KHDTK Aek Nauli bertujuan untuk konservasi, penelitian, dan mendukung pengembangan ekowisata sekitar kawasan Danau Toba. Program ini merupakan hasil kerjasama antara BP2LHK Aek Nauli, BBKSDA Sumatera Utara, dan Vesswic.

Kamis (27/07/2017), Kepala Balai BP2LHK Aek Nauli, Pratiara S.Hut., M.Si melakukan peninjauan kesiapan KHDTK Aek Nauli sebagai tempat konservasi dan ekowisata gajah. Hal ini bertujuan untuk melihat kesiapan prasarana sebelum dilakukannya pemindahan gajah yang diperkirakan di tahun 2018.

“Persiapannya sudah lumayan bagus” komentar Pratiara. Komentar yang singkat namun menunjukkan rasa optimis dalam pembangunan ekowisata gajah jinak.

Di lokasi KHDTK telah dibangun berbagai prasarana sebelum proses pemindahan gajah. Hingga saat ini fasilitas yang sudah selesai dan atau sedang dikerjakan antara lain tempat minum dan mandi gajah, kandang tambat atau pengikat di malam hari, panggung atraksi, camp mahout (pawang gajah), sistem drainase, dan jembatan untuk  melihat aktivitas gajah.

Beberapa fasilitas pendukung yang akan dibangun selanjutnya di KHDTK  Aek Nauli antara lain, kandang sosialisasi,  fasilitas medis, gudang penyimpanan pakan, dan sarana pendukung lain seperti gerbang masuk dan fasilitas penjualan tiket, serta galeri gajah. Dengan akan hadirnya ekowisata gajah jinak di KHDTK Aek Nauli diharapkan akan meningkatkan jumlah pengunjung serta menambah opsi objek wisata andalan disekitar danau Toba.

Artikel dan Foto: Pratiwi & Donna

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *