Balitbang LHK Aek Nauli

Pakan dan Proses Pembuatan Madu oleh Lebah

Krokot (Portulaca grandiflora)

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Juni 2019)_Pakan lebah adalah semua jenis tanaman yang berbunga, baik tanaman kehutanan, tanaman pertanian, tanaman perkebunan, tanaman holtikultura, tanaman hias/bunga, rumput, dan semak belukar.

Dalam pelaksanaan pengkayaan tanaman pakan lebah untuk mendukung tersedianya pakan lebah yang menghasilkan nektar dan pollen sepanjang tahun pada suatu lokasi pemeliharaan lebah, terlebih perlu diambil langkah-langkah pendataan jenis tanaman pakan lebah yang ada, dan selanjutnya dirasa perlu untuk melakukan pengkayaan jenis tanaman sesuai dengan kondisi ruang dan iklim dari keadaan lokasi tersebut.

Krokot (Portulaca oleracea)

Bagian bunga yang merupakan sumber pakan lebah adalah nektar dan pollen (tepung sari). Nektar berupa cairan manis pada bunga terdapat pada bagian petal, sepal, stamen dan stigma. Sedangkan pollen atau tepung sari dihasilkan oleh sel kelamin jantan pada bunga. Nektar merupakan sumber utama penyusun madu, sedangkan pollen merupakan sumber protein bagi lebah yang berfungsi untuk pertumbuhan, perkembangbiakan dan perbanyakan koloni. Nektar diambil dengan cara dihisap dengan mulut/belalai lebah, sedangkan pollen dikumpulkan dan dibawa lebah ke sarangnya dengan cara melekatkan pada kakinya. Beberapa contoh jenis tanaman penghasil nektar dan pollen terdapat pada Tabel 1.

Tabel 1. Beberapa jenis tanaman penghasil nektar dan pollen.

No Jenis tanaman Jenis Pakan yang dihasilkan
Nektar Pollen
A Kehutanan
Kemlandingan
Kaliandra
Akasia
Puspa
Mahoni
Asam
Ketapang
Sengon
Sonokeling
Makadamia
B Perkebunan
Durian
Rambutan
Mangga
Jambu biji
Alpokat
Lengkeng
Aren
Randu
Karet
Kelapa
Kapas
Tebu
Kopi
Panili
Tembakau
Wijen
C Tanaman pertanian    
Jagung
Kedelai
Mentinum
Wortel
Pare
Kol
Anggur
Apel
Jeruk
D Tanaman Hias
Bunga matahari
Bunga kaliandra lusiana
E Semak
Putri malu
F Berbagai jenis bunga rumput-rumputan

Salvia leucantha

Membuat madu merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan oleh lebah pekerja. Setiap harinya para lebah pekerja terbang dari pagi hingga petang ke segala arah dengan bermacam ketinggian. Jarak kemampuan terbang seekor lebah pekerja mencapai 2-3 km dari sarang ke tanaman yang memproduksi nektar. Nektar merupakan bahan utama dalam pembuatan madu. Nektar tersusun atas 20-60% gula dan 40-80% air. Selain gula dan air, nektar juga mengandung mineral, asam organic, vitamin, dan zat aromatik.

Salvia merah (Salvia splendens)

Secara umum, proses pembuatan madu terbagi menjadi tiga tahap, yaitu pengumpulan madu, pengubahan nektar menjadi gula invert, dan pengurangan kandungan air dan pematangan madu. Proses pembuatan madu dimulai dengan lebah pekerja meninggalkan sarang untuk mencari bunga-bunga dalam rangka mengumpulkan nektar. Nektar dihisap dengan menggunakan belalai (lidah) dan dikumpulkan pada sebuah kantong istimewa yang dimiliki oleh lebah pekerja yang biasa disebut honey sack.

Bunga tahi ayam (Tagetes patula)

Seekor lebah pekerja rata-rata mengunjungi 50-150 bunga yang dikumpulkan untuk memenuhi satu honey sack, bergantung pada jenis bunga yang memproduksi nektar tersebut. Biasanya satu honey sack dapat menampung hingga 4 mg nektar atau sekitar setengah dari berat lebah pekerja itu sendiri. Untuk itu diperlukan waktu 30 menit hingga  beberapa jam  untuk mengumpulkan nektar,  jarak sumber  nektar pun dapat mempengaruhi waktu pengambilan nektar. Saat honey sack telah penuh dengan nektar, lebah pekerja pulang ke sarang.

Centratherum punctatum

Dalam perjalanannya nektar yang disimpan pada honey sack mengalami kontak dengan cairan saliva lebah yang mengandung enzim hydrolase. Pada proses ini terjadi pemecahan gula kompleks pada nektar menjadi gula invert seperti glukosa dan fruktosa. Nektar yang telah diangkut ke sarang lebah diletakkan pada sel-sel sarang. Di dalam sel terjadi pengurangan kandungan air dengan cara penguapan yang dihasilkan dari pengipasan sayap lebah, di mana kipasan sayap lebah berkisar sekitar 26.400 kepakan per menit.

Dahlia

Sebuah madu dikatakan matang jika kadar air dalam madu diantara 17%-20%. Kadar air pada madu berpengaruh untuk mencegah dari fermentasi dan diserang oleh bakteri saat disimpan di dalam sel-sel sarang. Madu yang terfermentasi oleh ragi akan mengubah gula menjadi etanol, sehingga menghasilkan alkohol. Untuk itu, kadar air pada madu sangat diperhatikan dalam proses pematangan madu. Setelah proses ini selesai, lebah pekerja akan menutup bagian atas setiap sel yang telah diisi dengan menggunakan lilin untuk membuatnya kedap udara dan menjaganya hingga matang dan dipanen.

Sekelompok lebah dapat menghasilkan 30-50 kg madu dalam setahun, di mana untuk menghasilkan 1 kg madu lebah perlu mengunjungi kurang lebih sekitar 4 juta bunga. Madu-madu yang dihasilkan sangat bervariasi dalam warna, rasa, dan viskositasnya bergantung pada sumber bunga dari mana nektar dihasilkan. Para lebah pekerja akan terus menerus mengumpulkan dan menyimpan lebih banyak nektar selama masih ada nektar pada tanaman pada sel sarang yang masih kosong.***EK

Bagikan ini di:

2899total visits,5visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *