Balitbang LHK Aek Nauli

Dukungan Litbang Bagi Pemulihan Danau Toba

Salah satu ekosistem yang menjadi perhatian serius berbagai pihak saat ini adalah Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba. Hal ini (terutama) terkait dengan penurunan fungsi ekosistem di satu sisi dan upaya pengembangan kawasan sebagai destinasi pariwisata dunia di sisi lainnya. Secara nyata, perhatian ditunjukkan Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Danau Toba pada rangkaian perayaan kemerdekaan RI bulan Agustus tahun lalu. Namun, tidak dapat dipungkiri Danau seluas 110 ribu ha dan daerah resapan seluas 280 ribu ha yang tersebar pada tujuh kabupaten (Karo, Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi dan Samosir) telah mengalami penurunan fungsi. Hal ini tercermin dari kuantitas dan kualitas air yang menurun, serta peningkatan areal hutan dan lahan yang terdegradasi. Sejak tahun 1985 sekurangnya 16-30 ribu ha lahan hutan telah berubah tipe penutupan dan tergedradasi. Data ini tentu bisa diperdebatkan jika kita mempertimbangkan tipe penutupan awalnya, namun secara kasat mata proses degradasi terus berlangsung.

(more…)