Balitbang LHK Aek Nauli

Optimasi Peran ASN untuk Kemajuan Diri dan Institusi

Agar peran aparatur sipil negara (ASN) dapat optimal terdapat beberapa hal yang perlu dilaksanakan, diantaranya optimasi peran SDM; peran pemimpin; tugas, kewajiban, kode etik, dan nilai-nilai dasar ASN; serta pengembangan diri. Demikian disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH), Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si., dalam pembinaan pegawai lingkup Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli.

Pembinaan pegawai dilaksanakan di Aula Perpustakaan BP2LHK Aek Nauli, Senin (26/11/2018). Acara dibuka langsung oleh Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si dan diikuti oleh seluruh pegawai. “Selamat datang kembali di Aek Nauli, Bapak Kapus, dan semoga bisa semakin memotivasi pegawai BP2LHK Aek Nauli,” sapa Pratiara dalam sambutannya.

Menurut Dwi, faktor kunci optimasi peran SDM yaitu akhlak, kompetensi, dan keterbukaan. Akhlak adalah moral (jujur, soleh/solehah, rendah hati) dan kinerja (ulet, kerja keras, tanggung jawab). Kompetensi yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Sedangkan Keterbukaan yaitu membaca, budaya, teknologi, dan keuangan.

Sifat yang harus melekat pada setiap pribadi ASN yaitu sidik (berkata benar, jujur), amanah, tabligh (menyampaikan), fatonah (cerdas). “Untuk menjadi orang yang luar biasa, tujuan harus ditetapkan dan dalam mencapai tujuan tersebut tidak boleh menyerah,” tutur Dwi. Selain itu, dalam bekerja Dwi mengajak pegawai untuk mengembangkan potensi dan kualitas serta membudayakan kerja cerdas dan kerja ikhlas demi kemajuan diri dan institusi.

Dwi berharap BP2LHK Aek Nauli menjadi litbang yang unggul dari sisi penguasaan IPTEK, karena BP2LHK Aek Nauli memiliki banyak sekali potensi yang memberikan nilai lebih. “Semoga BP2LHK Aek Nauli dapat mendapatkan predikat Pusat Unggulan Iptek (PUI) atau minimal masuk pembinaan oleh Kemenristekdikti,” ujar Dwi.

Selanjutnya Dwi juga menghimbau untuk menjadi pemimpin harus meneladani kepemimpinan Ki Hajar Dewantara. Ajaran Ki Hajar Dewantara yaitu Ing ngarsa sung tulada: didepan memberi teladan (pemimpin harus menjadi contoh bagi anak buahnya); Ing madya mangun karsa: ditengah membangun niat (pemimpin harus berjuang bersama anak buah), serta Tut wuri handayani: dari belakang memberikan dorongan (memberikan kesempatan anak buah untuk mandiri dan berkreasi).

Hal yang dilakukan untuk pengembangan diri yaitu mengenali potensi diri, mengelola dan memaksimalkan potensi, meningkatkan kualitas diri (sekolah, diklat); menciptakan target dan tantangan baru; serta menjadikan diri kita luar biasa. “Kunci keberhasilan untuk menjadi ASN yang sukses yaitu memiliki kemauan, upaya, kerja cerdas, ikhlas, dan integritas,” lanjut Dwi.

Menutup pertemuan Dwi menghimbau seluruh pegawai untuk mengambil peran sesuai tugas dan fungsi dengan memegang teguh kode etik ASN dan akhlak mulia. Agar peran tersebut dapat optimal, perlu penguatan komitmen, komunikasi, sinergi, dan kerjasama.

Kontributor foto: Ismed Syahbani, S.Hut. dan Hery Susanto

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *