Balitbang LHK Aek Nauli

Multimanfaat Bambu Kuning

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Mei 2019)_Pada kawasan Arboretum Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli terdapat 9 jenis bambu. Bambu ini diperkirakan berumur sekitar 21 tahun (tahun tanam 1997). Salah satu jenis bambu yang terdapat di kawasan Arboretum BP2LHK Aek Nauli tersebut adalah Bambu kuning (Bambusa vulgaris var. striata).

Sudah sejak zaman dulu sekali beberapa jenis bambu kuning kental dengan hal-hal mistis, seperti halnya dengan riwayat bambu runcing senjata para pejuang kemerdekaan. Tentu ada alasan khusus kenapa para pejuang tersebut memilih bambu, bukannya pohon jati atau pohon yang lain. Misalnya juga bambu petung yang konon tetap kokoh sampai bertahun-tahun karena mengandung sesuatu, atau mungkin tanaman bambu mini yang dipercaya membawa  keberuntungan bagi pemiliknya.

Bambu kuning yang selama ini dikenal mempunyai nilai mistis, ternyata juga banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman pagar di rumah maupun tanaman hias, sehingga menambah keindahan atau nilai eksotik terhadap rumah tersebut. Bambu kuning juga bisa dijadikan furniture seperti kursi, meja dan lemari.

Bambu kuning adalah salah satu jenis bambu peliharaan (budidaya). Bambu jenis ini memiliki ciri batang yang beruas-ruas, tinggi, dan batangnya berwarna kuning. Biasanya, bambu jenis ini hidup di lingkungan tropis. Di kawasan Asia Tenggara, bambu jenis ini banyak dibudidayakan dan sering dijumpai di desa-desa, di pinggir-pinggir sungai, dan sebagai tanaman hiasan di perkotaan.

Bambu kuning yang mempunyai zat saponin dan flavonoida pada daun, batang sampai akarnya, mempunyai khasiat yang sangat banyak sebagai herbal, di mana tersebut berfungsi sebagai antioksidan yang bisa membantu tubuh untuk melawan dan mencegah berbagai penyakit.

Beberapa manfaat herbalnya, seperti dari olahan daunnya bisa mengobati sakit demam, meredakan perasaan cemas, mencegah penyakit kanker, mengobati luka pada kulit, mengatasi gangguan menstruasi, mengobati infeksi, mengobati sakit diare, membantu membunuh cacing-cacing dalam perut, mengatasi tekanan darah tinggi, mengobati mimisan, membantu mengobati radang paru-paru, dan menyembuhkan batuk berdahak. Sedangkan dari akar bisa sebagai anti kanker, mengeluarkan cacing dalam tubuh, berisfat antipiretik, mencegah asam urat, menjaga kesehatan organ hati, menjaga kesehatan paru-paru.

Bambu kuning juga sangat efektif di gunakan untuk tanaman penghijauan di tepi jalan atau taman kota, selain tanamannya kuat dan cepat tumbuh juga mampu menyerap karbon dari kendaraan  serta kuat dari terpaan angin dan menambah nilai keindahan kota apabila ditata dan dioptimalkan dengan baik.

Selain banyaknya manfaat, bambu kuning juga mempunyai efek samping, seperti lapisan atau bulu-bulu halus pada daun bambu segar yang bisa mengakibatkan gatal-gatal, dan beberapa orang bisa mengalami alergi pada daunnya.***EJ

Bagikan ini di:

1979total visits,3visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *