Balitbang LHK Aek Nauli

Miniatur Konifer Sumatera Utara di Arboretum Aek Nauli

Oleh: M. Hadi Saputra, S.Hut.

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Februari 2019)_Arboretum Aek Nauli merupakan salah satu bentuk konservasi eksitu yang dikembangkan untuk menjaga keberlangsungan genetik suatu jenis di luar habitat alaminya. Jenis tersebut merupakan jenis yang mampu tumbuh dan cocok untuk ditanam pada areal dengan ketinggian 1.200 m dpl dengan curah hujan yang tinggi. Dengan persyaratan tersebut beberapa jenis konifer yang umum tumbuh pada areal pegunungan dan suhu yang dingin menjadi pilihan yang tepat untuk dipelihara di arboretum Aek Nauli.

Konifer merupakan salah satu kelompok tumbuhan yang memiliki alat reproduksi berupa runjung atau cone. Konifer termasuk dalam class Pinopsida, divisi Phynopita, sub kingdom Gymnospermae atau berbiji terbuka. Jenis konifer memiliki biji yang tidak terselubungi oleh bakal buah atau ovarium.

Jenis konifer merupakan jenis tumbuhan kayu yang membutuhkan air lebih banyak. Temperatur yang cukup tinggi membuat pergesaran spesies menuju elevasi yang lebih tinggi dengan kecenderungan temperatur lebih dingin (Bandopadhyay, 2016). Upaya adaptasi terhadap perubahan iklim membuat beberapa jenis yang tidak mampu bertahan menghilang dari habitat alaminya.

Umumnya konifer banyak ditemui pada daerah beriklim sedang atau sub-tropis. Keberadaan jenis konifer di daerah tropis sangat sedikit dan hanya ditemukan 19 jenis, khususnya di Sumatera Utara (Harahap, 2002). 19 jenis tersebut antara lain: Agathis borneensis Warb, Dacrycarpus cumingii (Parl) de Laub, Dacrycarpus imbricatus (Blume) de Laub, Dacrydium Beccarii Parl, Dacrydium elatum (Roxb) Wall ex Hook, Dacrydium medium de Laub, Dacrydium xanthandrum Pilger, Falcatifolium falciforme (Parl) de Laub, Nageia motley (Parl) de Laub, Nageia wallichiana (Presl) O.K, Pinus merkusii Jungh et de Vries, Prodocarpus atjehensis (Wasscher) de Laub, Podocarpus bracteatus Blume, Podocarpus deflexus Ridley, Podocarpus neriifolius D. Don, Podocarpus rubens de Laub, Podocarpus teysmannii (Miq) O.K, Prumnopitys amara (Blume) de Laub, dan  Taxus sumatrana (Miq) de Laub.

Arboretum Aek Nauli yang dibangun sejak tahun 1989 hingga sekarang telah melakukan penanaman dan sudah punya koleksi beberapa jenis konifer. Beberapa jenis tanaman konifer tersebut antara lain:

  1. Agathis borneensis

Nama lokal: Damar

Jenis ini merupakan jenis yang terancam punah (IUCN red list, 2013). Jenis ini tersebar wilayah tropis khususnya di Asia Tenggara. Di Sumatera Utara, jenis ini ditemukan di kelompok hutan Batang Gadis, Sipagimbar, kelompok hutan Sei Kabaro, kelompok hutan Labuhan Bilik, kelompok hutan Batang Sosa dan Batang Lubuk (Harahap,2002).

  1. Dacrycarpus imbricatus

Nama lokal: Sampinur Bunga

Sebaran di Sumatera Utara dapat  ditemukan di sekitar Lau Renun, komplek hutan Peusangan, komplek hutan Lesten dan Oreng (Harahap,2002).

  1. Dacrydium elatum

Nama lokal: Sampinur Tali

Jenis ini ditemukan di Sumatera Utara pada kelompok hutan Renun Hulu, kelompok hutan S. Toru, dan S. Sirian (Harahap,2002).

  1. Pinus merkusii

Nama Lokal: Tusam

Jenis ini banyak ditemukan di Tapanuli Utara. Jenis yang ditemukan merupakan provenans asli dari Tapanuli Utara yang berbeda dengan strain lain di Pulau Sumatera yaitu Aceh dan Kerinci.

  1. Taxus sumatrana

Nama Lokal: Tampinur Batu

Jenis ini memiliki distribusi yang sangat sempit. Di Sumatera Utara hanya ditemukan di wilayah Karo pada kondisi tegakan alam.

 

Pengembangan arboretum Aek Nauli menjadi salah satu upaya untuk memelihara keberlangsungan jenis konifer yang terancam di habitat alaminya agar dapat dipertahankan keberadaannya. Ancaman terhadap jenis konifer menjadi perhatian utama dari dampak perubahan iklim seperti kekeringan (Truettner, et al., 2018), kebakaran (Dale, 2001) serta perubahan distribusi jenis (Antúnez, Suárez-Mota, Valenzuela-Encinas & Ruiz-Aquino, 2018). Dampak perubahan iklim akan meningkatkan temperatur bumi dan meningkatkan evapotransprasi (Zonneveld, Josjela, Vinceti, & Jarvis, 2009).

Upaya menjaga kelestarian plasma nutfah jenis-jenis konifer perlu dikembangkan dengan memperbanyak jenis tersebut untuk dapat dipelihara keberadaannya. Untuk itu Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli melakukan upaya perbanyakan jenis-jenis konifer baik secara generatif maupun vegetatif. Upaya ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga keragaman jenis konifer khususnya di Sumatera Utara.

 

Daftar Pustaka

Antúnez, P., M.E. Suárez-Mota, C. Valenzuela-Encinas, & F. Ruiz-Aquino. 2018. The potential distribution of tree species in three periods of time under a climate change scenario. Forests, 9(10): 628. https://doi.org/10.3390/f9100628.

Balai Penelitian Kehutanan Aek Nauli. 2012. Profil Arboretum Aek Nauli. Kementerian Kehutanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.

Bandopadhyay, S. 2016. Does elevation impact local level climate change? An analysis based on fifteen years of daily diurnal data and time series forecasts. Pacific Science Review A: Natural Science and Engineering. 18(3): 241-253. https://doi.org/10.1016/j.psra.2016.11.002.

Dale, V. H. 2001. Climate change and forest disturbances. BioScience, 51(9): 723–734.

Farjon, A. 2013. Agathis borneensis. The IUCN Red List of Threatened Species 2013: e.T202905A2757743. tersedia online:  http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2013-1.RLTS.T202905A2757743.en. Diunduh: 01 Februari 2019.

Harahap, R.M.S. 2002. Konifer di Sumatera Bagian Utara. Konifera. No: 1/ThnXVII/Desember 2002, 61-65.

Truettner, C., W. R. L. Anderegg, F. Biondi, G. W. Koch, K. Ogle, C. Schwalm, E. Ziaco. 2018. Conifer radial growth response to recent seasonal warming and drought from the southwestern USA. Forest ecology and management, 418: 55-62. https://doi.org/10.1016/j.foreco.2018.01.044.

Zonneveld, M. van, J. Josjela, B. Vinceti, & A. Jarvis. 2009. Impact of climate change on the distribution of tropical pines in Southeast Asia. Unasylva, 60: 24-28.

 

Bagikan ini di:

2459total visits,14visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *