Balitbang LHK Aek Nauli

Menuju Kemenyan Unggul, BP2LHK Aek Nauli mulai Proses Pembangunan KBS dan ASDG

persiapan kebun benih semai aek nauliGetah pohon Kemenyan (Styrax spp), atau dalam bahasa Batak akrab disebut Haminjon, merupakan salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat petani di Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara, Prov. Sumatera Utara. Saat ini banyak pohon kemenyan tersebut yang sudah berumur tua sehingga produktivitasnya semakin menurun. Sementara itu, perbanyakan tanaman kemenyan sampai saat ini hanya mengandalkan permudaan alam yang cenderung lambat dan belum tentu akan menghasilkan tanaman kemenyan yang unggul nantinya.

Beranjak dari persoalan tersebut, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Asahan Barumun berusaha mendapatkan bibit kemenyan unggul melalui pembuatan Kebun Benih Semai (KBS) Kemenyan Toba (Styrax sumatrana) seluas 5 ha dan Areal Sumber Daya Genetik (ASDG) Kemenyan (Styrax spp) seluas 5 ha di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli.

Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si mengingatkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dan hasilnya dapat segera dipublikasikan. “Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan peran aktif kita dalam menyukseskan berbagai kegiatan Kementerian LHK untuk masyarakat” ujar Pratiara pada Rapat Sosialisasi dan Penyampaian Progres Pelaksanaan Kegiatan Kerjasama. Rapat ini juga dihadiri oleh Kepala Seksi Program dan Evaluasi, Ali Ngimron, S.Hut, M.Eng, Kepala Seksi Data, Informasi dan Kerjasama, Ismed Syahbadi, S.Hut, Fungsional Peneliti dan Teknisi Litkayasa lingkup BP2LHK Aek Nauli.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti Muda pada BP2LHK Aek Nauli, Cut Rizlani Kholibrina, S.Hut, M.Si memaparkan tentang berbagai kegiatan pada kerjasama yang sedang dilaksanakan. “ASDG ini adalah merupakan pembangunan plot yang dimulai dari serangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan material genetik dari sebaran alaminya, pembibitan di persemaian, penamanan di lapangan dan karakterisasi untuk pemanfaatan sumber daya genetik dimasa mendatang” papar Cut Rizlani. “Dengan dibuatnya ASDG ini diharapkan dapat menyelamatkan jenis-jenis bernilai ekonomi tinggi dan Menyediakan populasi dasar untuk mendukung program pemuliaan” sambung Cut Rizlani menambahkan.

Lebih lanjut Cut Rizlani  menerangkan bahwa KBS itu adalah sumber benih yang dibangun dari bahan generatif yang berasal dari pohon plus pada tegakan yang diberi perlakuan penjarangan berdasarkan hasil uji keturunan. KBS ini diharapkan dapat memaksimalkan persilangan untuk meningkatkan produksi benih dari family-family yang superior agar tercapai pertambahan genetik (variasi genetik) yang besar. “Untuk progresnya, saat ini tim kami sedang melakukan penyiapan lokasi dan pembibitannya, paling lambat bulan Oktober saat musim hujan Kemenyannya sudah kita tanam” ujar Cut Rizlani.

Disela pemaparan, Pratiara juga menyampaikan bahwa perlu addendum pada kesepakatan kerjasama antara BP2LHK Aek Nauli dengan BPDAS Asahan Barumun, terutama pada poin jangka waktu pelaksanaan kegiatan, dimana sebelumnya telah direncanakan selama 5 tahun. “Jangka waktu pelaksanaan selama 5 tahun itu belum cukup untuk mendapatkan hasil bibit yang unggul untuk kemenyan, jadi perlu di addendum untuk jangka waktunya” ujar Pratiara menanggapi hasil pemaparan Cut Rizlani. Lebih lanjut Pratiara mengungkapkan bahwa jangka waktu ideal untuk mendapatkan bibit unggul kemenyan ini selayaknya adalah minimal 7 tahun.

Diakhir rapat, Ali Ngimron menyampaikan dan mengingatkan agar kegiatan pembangunan KBS dan ASDG ini tidak dicampur adukkan dengan kegiatan riset yang sedang dilaksanakan di BP2LHK Aek Nauli, khususnya terkait penganggaran dalam mendapatkan bahan bibit kemenyan, karena proses monitoring dan evaluasinya nantinya akan berbeda. Selain itu harus dipastikan juga mengenai ketersediaan anggaran pemeliharaan tiap tahunnya, serta bagaimana pengelolaan/pemilikan aset setelah kegitan kerjasama tersebut berakhir. **Hrs/MB

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *