Balitbang LHK Aek Nauli

Mengenal Simartolu, Pohon Sejuta Manfaat

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli adalah wilayah lindung dataran tinggi yang berada di bawah pengelolaan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli yang terdapat pada ketinggian 1200-1600 Mdpl. Banyak potensi di dalam KHDTK ini yang dapat dimanfaatkan sebagai situs ilmiah untuk diamati.

Pada zona administrasi KHDTK Aek Nauli berdiri wilayah Arboretum yang menyatu dengan wilayah perkantoran seluas kurang lebih 50 Ha, terdapat koleksi pohon dataran tinggi Sumatera, jenis endemik lokal dengan tatanan rapi, bersih, indah dan terkelola.

Salah satu pohon koleksi yang banyak menyebar di KHDTK Aek Nauli adalah Simartolu atau dalam bahasa niaga dikenal dengan puspa (Schima wallichii), dengan tampilan kokoh, rindang dan berbunga sepanjang tahun, jenis ini selain indah juga mempunyai sejuta manfaat di dalamnya seperti batang kayu dapat dijadikan bahan meubel yang berkualitas karena coraknya indah.

Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa kulit pohon ini mengandung miang (gatal) didalamnya, dapat dijadikan racun ikan dan manfaat lainnya kulit juga dapat dijadikan pewarna alami, dan penyamak pada kulit. Daun dan bunga simartolu mengandung Glycosida (Saponin) yang dapat digunakan sebagai campuran obat/jamu sebagai anti diare dan sakit perut, disamping itu, dalam penelitian farmasi juga disebutkan bahwa daun simartolu ini memiliki aktivitas anti malaria.

Dengan bentuk kulit berlekuk, beralur dangkal hingga sedang memanjang dan  berbunga sepanjang tahun, Simartolu juga merupakan jenis yang sangat digemari sebagai habitat dan penghasil pakan satwa antara lain beberapa jenis burung seperti jenis pleci (kacamata), srigunting, cabai gunung, burung madu sepahraja, perenjak gunung yang mencari madu pada bunga dan ulat atau serangga yang banyak ditemukan pada kulit batang. Pada saat berbunga juga banyak ditemukan jenis lebah Apis cerana  yang hilir mudik berebut polen bunga dan hal ini merupakan hubungan simbiosis mutualisme alam yang layak menjadi pelajaran dan hal penting untuk dapat terus kita amati sebagai informasi data riset.

*****
Kontributor Artikel dan Foto:
Hendra Sanjaya, S.Hut, M.Si
Teknisi Litkayasa Penyelia pada BP2LHK Aek Nauli

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *