Balitbang LHK Aek Nauli

Mengenal PIRDOT, Pohon Penghasil Obat dari Sumatera Utara

Pirdot (Saurauia bracteosa DC.), dikenal juga dengan nama pirdot (bahasa batak), ki leho (bahasa sunda), lotrok (bahasa jawa), soyogik (bahasa manado). merupakan jenis tanaman pionir yang dapat diandalkan dalam merehabilitasi kawasan yang terdegradasi terutama yang terdapat di dataran tinggi. Pohon yang berwarna coklat dan mudah patah ini berukuran kecil-sedang, dengan tinggi 3 sampai 15 m. Selain sebagai tanaman pionir, pirdot memiliki banyak manfaat terutama sebagai tanaman obat.

Tanaman ini memiliki daun berbentuk lonjong-jorong, panjang 18 – 36 cm, lebar 8 – 18 cm, bergerigi, meruncing di ujung, dan bulat di bagian dasar. Permukaan bawah daun seperti beludru kelabu atau berbulu cokelat, bersisik pada permukaan atas daun remaja, licin pada daun dewasa. Daunnya dilaporkan mempunyai kemampuan dalam mengobati penyakit kanker, diabetes, dan menurunkan kolesterol, karena pada daunnya terdapat aktivitas antioksidan yang tergolong sangat kuat, mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, dan tannin.

Buah pirdot termasuk tipe buah sejati tunggal, berdaging, berbentuk bulat seperti kelereng dengan diameter ±13 mm, berwarna hijau tua ketika muda dan hijau muda kekuningan ketika telah matang.  Di dalam buah terdapat cairan lendir yang manis dengan biji-biji kecil dan banyak.  Ukuran buah pirdot yang ditemukan dibedakan menjadi ukuran kecil, sedang, dan besar. Sementara biji pirdot berbentuk bulat tak beraturan, berukuran 0,5 mm x 1,5 mm, berwarna coklat, permukaan kulit biji bergelombang seperti jaring.Sedangkan bakal buahnya berbulu, buah berbentuk bulat seperti kelereng, diameter 10 – 16 mm.  Buah masak mengandung cairan seperti lendir dengan rasa manis menurut masyarakat batak dipercaya dapat mengobati penyakit hati (liver), namun belum terbukti kebenarannya secara medis.

Koleksi Foto: Cica Ali
Disadur dari: Poster Pirdot (Cica Ali & Rospita O.P. Situmorang)
Editor Artikel Populer: Alharis Muslim

Bagikan ini di:

4 Comments

  1. iman fatah

    ini pohon khas sumatra utara kah? maksudnya penghasil obat gimana kak?

    Reply
    1. haris

      @ Iman Fatah
      Pohon ini banyak terdapat di sumatera utara, namun tidak bisa dibilang khas, karena terdapat bukan hanya di sumatera utara saja, pohon ini dapat dijumpai pada dataran tinggi dari aceh sampai ke pulau jawa. disebut penghasil obat karena sudah ada indikasinya sebagai penghasil obat, pada daunnya terdapat kandungan antioksidan yang tergolong sangat kuat, mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin, dan tannin. dengan adanya zat-zat tersebut dan hasil wawancara dengan masyarakat yang telah menggunakan pirdot sebagai obat, diyakini pirdot mempunyai kemampuan dalam mengobati penyakit kanker, diabetes, asam urat dan menurunkan kolesterol, namun hal tersebut harus diteliti lebih lanjut agar valid.
      Demikian informasinya.
      Salam,

      Reply
  2. Lamhot Maria

    tumbuhan ini ada d riau ? kalau ada apa namanya di riau ?

    Reply
  3. Rendra

    kalau kami mau cari pohon ini bisa dibeli dimana yaa pak???

    Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *