Balitbang LHK Aek Nauli

Mengenal Makadamia

Oleh: Dodo Ahmad Suhada (Teknisi Litkayasa Penyelia)

Pohon M. integrifolia di Kebun Percobaan Sipiso-piso

Macadamia integrifolia merupakan native species yang berasal dari hutan hujan Queensland (Australia). M. integrifolia memiliki nama lokal dalam bahasa Inggris smooth macadamia nut, Queensland nut, macadamia nut, Australian bush nut.  Menurut (Suheryadi, 2002), pohon M. integrifolia mempunyai ukuran yang besar dan tinggi. Tinggi pohon makadamia dapat mencapai 18 meter. Percabangan biasanya dimulai dari ketinggian 1 meter, namun kadang-kadang ditemukan bibit yang bercabang sejak berkecambah. Permukaan kulit batangnya kasar, perakarannya dangkal, dan daunnya lebat berwarna hijau tua.

Daun M. Integrifolia berbentuk whorled 3 daun; oblong hingga oblanceolate berukuran 2-4 x 10-30 cm; memiliki tekstur glabrous, coriaceous, dan memiliki pinggiran spiny-dentate (bergerigi) yang tidak teratur ketika muda; berbentuk entire pada tahap-tahap selanjutnya; tangkai daun berukuran 5-15 mm; memiliki 3 tunas yang tersusun secara longitudinal pada masing-masing ketiak daun dan biasanya hanya tunas atas yang keluar dengan bentuk sudut tajam. Bunga berbentuk racemes, tumbuh pada ketiak daun (axillary) terjumbai dengan panjang 10-30 cm, terdiri 100-500 bunga; bunga terdapat dalam 2-4 kelompok, ukuran bunga 12 mm panjang, berwarna putih krem; panjang tangkai bunga (pedicles) 3-4 mm; bunga memiliki 4 kelopak (petaloid sepals) (Orwa et al., 2009).

Bunga M. integrifolia, Lokasi: Kebun Percobaan Sipiso-piso

Penelitian Kusuma (2018) menunjukan M. integrifolia yang berasal dari Kebun Benih Sipiso-piso berbentuk bulat dengan diameter 1,55-2,77 cm, diameter kotiledon 0,97-2,03 cm, tebal cangkang 0,19-0,48 cm. Benih M. integrifolia segar dapat diperkirakan memiliki bobot sekitar 6.368 g atau 6,367 kg sebanyak 1.000 benih. Dengan demikian dapat diketahui bahwa dalam 1 kg terdiri atas ± 157 benih. Tidak jauh berbeda dengan peneltian Schüler et al. (2014) bahwa makadamia memiliki diameter buah 25-40 mm, diameter cangkang 2,2- 2,77, tebal cangkang makadamia 1-4 mm, dan diameter biji tanpa cangkang 12-24 mm. Hal tersebut menunjukan bahwa ukuran makadamia yang ditanam di Indonesia tidak memiliki perbedaan yang cukup besar dengan makadamia yang dikembangkan secara komersial di luar negeri.

Buah M. integrifolia, Lokasi: Kebun Percobaan Sipiso-piso

M. integrifolia tersebar sebagai spesies invasif dibeberapa negara. Menurut Wall (2013), pengujian makadamia pertama kalinya pada awal tahun 1900 dan hasil pengujian diperoleh pada 1940. Di Thailand, M. integrifolia telah diintroduksi pada dataran tinggi selama lebih dari 40 tahun (Borompichaichartkul et al., 2013). Di Paraguay yang merupakan negara subtropikal juga telah mengintroduksi tanaman makadamia dengan pemuliaan sifat genetik pada awal abad 19 (Paraguay dalam Mareles et al., 2017).

M. integrifolia di Indonesia belum diusahakan sebagai komoditas pertanian meskipun pohonnya dapat ditemukan di beberapa tempat seperti pada Kebun Raya Cibodas (1.000 mdpl), Kebun Percobaan Lembang (1.100 mdpl), Tlekung, Malang (950 mdpl), dan di kawasan konservasi Dataran Tinggi Ijen (900 mdpl) (Hasanah, 1994). Di Sumatera Utara, M. integrifolia telah dikembangkan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, yaitu pada Arboretum Aek Nauli 800 pohon, Kebun Benih Percobaan Sipiso-piso 1400 pohon, PT. Ultra Merek 1500 pohon, dan Taman Simalem Resort 200 batang. Jumlah pohon induk milik BP2LHK Aek Nauli sebanyak 423 batang.

Buah M. integrifolia dari Kebun Benih Sipiso-piso

Menurut Orwa et al. (2009), M. integrifolia dapat menghasilkan produk berupa makanan, apikultur, bahan bakar, tanin dan penyamak, lipid dan minyak atsiri. Potensi pengembangan apikultur, dikarenakan pollen sangat menarik bagi lebah sehingga dapat menyediakan pakan yang diperlukan untuk produksi madu. Potensi M. integrifolia sebagai bahan bakar dapat diperoleh dari cangkang biji yang dikeringkan. Tanin dan penyamak dapat diperoleh dari kulit luar (kulit hijau) yang mengandung sekitar 14% zat yang cocok untuk penyamakan kulit. Makadamia juga memiliki minyak atsiri dengan aroma yang khas karena mengandung senyawa volatil.

Hasil penelitian Cunningham et al. (2009), menunjukkan kacang makadamia mengandung squalene yang memberi anti oksidan, anti-kanker, dan sifat penurun kolesterol bagi konsumen. Kacang makadamia dapat menjadi sumber yang baik dari squalene diet dan berguna dalam produk perawatan kulit, karena squalene efektif mencegah stres oksidatif yang diinduksi sinar matahari ke kulit.

 

Referensi:

Borompichaichartkul, C., N. Chinprahast, S. Devahastin, L. Wiset, N. Poomsa-Ad, dan T. Ratchapo. 2013. Multistage heat pump drying of macadamia nut under modified atmosphere. International Food Research Journal, 20(5): 2199-2203.

Cunningham, A. B., Garnett, S. T., & Gorman, J. (2009). Policy lessons from practice: Australian bush products for commercial markets. GeoJournal, 74(5), 429.

Mereles, L. G., Ferro, E. A., Alvarenga, N. L., Caballero, S. B., Wiszovaty, L. N., Piris, P. A., &Michajluk, B. J. (2017). Chemical composition of Macadamia integrifolia (Maiden and Betche) nuts from Paraguay. International Food Research Journal, 24(6), 2599-2608.

Orwa, C., A. Mutua, R. Kindt, R. Jamnadass, dan A. Simons. 2009. Agroforestree database: A tree species reference and selection guide version 4.0. World Agroforestry Centre ICRAF. Nairobi.

Schüler, P., T. Speck, A. Bührig-Polaczek dan C. Fleck. 2014. Structure-function relationships in Macadamia integrifolia seed coatsfundamentals of the hierarchical microstructure. PloS one, 9(8):e102913.

Suheryadi, D. 2002. Teknik perkecambahan biji makadamia. Buletin Teknik Pertanian, 7(1):28-29.

Wall, M. M. 2013. Improving the quality and safety of macadamia nuts. In: L.J. Harris (Ed.), Improving the safety and quality of nuts, p. 274-296. Philadelphia: Woodhead Publishing Limited.

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *