Balitbang LHK Aek Nauli

Manfaat Cemara Balon

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Juni 2019)_Casuarina sumatrana sering disebut sebagai “cemara balon” karena bentuk tajuk indah yang menyerupai balon. Tanaman dengan nama lokal “atur mangan” ini merupakan pohon multifungsi. Karena itu, layak dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

Atur mangan dapat dijadikan sebagai bahan pulp, kayu perkakas, naungan dan peneduh, tanaman hias, reklamasi lahan dan memperbaiki tanah. Pohon ini dapat mengikat nitrogen sehingga banyak digunakan pada pola tanam agroforestri.

Masyarakat menggunakan ranting atur mangan sebagai bahan bakar karena menghasilkan arang yang baik. Di Sarawak (Malaysia), atur mangan telah diproduksi menghasilkan arang berkulaitas unggul. Produksi komersial tahunan adalah sekitar 34.000 ton (berat) kayu bakar dan 4.000 ton arang (Ongzi’s secretgarden, 2010).

Selain itu, buah atur mangan dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan industri rumah tangga. Bentuk buah unik sehingga dapat dijadikan sebagai gantungan kunci yang menarik.

Atur mangan dapat tumbuh mencapai 30 m. Kulit batang abu-abu coklat terang, kasar, dan pohon tua beralur. Tajuknya hijau sepanjang tahun (evergreen). Daun majemuk, tersusun dalam 7-8 helai, bentuk seperti jarum. Bunga berkelamin satu, bunga jantan dan betina bisa terdapat dalam satu pohon atau pohon yang berbeda. Bunga jantan terletak di ujung, bulir memanjang, bunga betina di cabang samping. Bunga betina berbentuk kerucut majemuk, bundar, panjang 10-24 mm, diameter 9-13 mm. Buah berbentuk kotak, panjang 5-6 cm, lebar 2-3 cm, berwarna abu-abu jika sudah tua dan berwarna hijau saat muda. Biji atur mangan tunggal dan berbentuk pipih kerucut. Sebanyak 1 kg biji menghasilkan 20-60 g benih (terdapat 370.000-700.000 benih). Benih masak ditandai bila kerucut pada buah telah berwarna kuning dan sedikit membuka. Kulit benih sebagian coklat dan endosperm keras.

Secara alami C. sumatrana terdapat di daerah tropis dan subtropis sepanjang pantai mulai dari Australia utara sampai Malaysia, Myanmar Selatan, Kraisthmus di Thailand, Melanesia dan Polynesia. Dikenal luas di daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia tersebar di hutan sub tropis atau hutan hujan pegunungan di Pulau Sumatera dan Sulawesi pada ketinggian 1.400 –2.300 meter dari permukaan  laut.

Atur mangan tumbuh pada ketinggian 0-1500 mdpl, curah hujan rata-rata 350-5000 mm, musim kering 6-8 bulan, suhu rata-rata 15-30° C, suhu terpanas 20-47°C dan terdingin 7-20° C. Sesuai pada tanah ringan, berpasir; cepat tumbuh pada tanah kurus dan toleran terhadap tanah bergaram dan angin bergaram. Tumbuh baik pada tanah dengan pH 5.0-9.5. Tidak tahan terhadap pasang surut, tidak tahan naungan dan sensitif terhadap kebakaran. Daur 40-50 tahun.

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli memiliki plot atur mangan seluas 1 ha. Saat ini dibawah tajuk atur mangan sering dijadikan lokasi piknik melepas penat dan berfoto bersama keluarga, serta tempat wisata ilmiah yang indah dan nyaman. Berkunjung di bawah tegakan atur mangan merupakan bagian dari pendidikan yang merupakan proses untuk membangun manusia sadar dan peduli terhadap lingkungan hidup.***AES

 

Referensi:

http:// asatryo.blogspot.com/2011/07/ pertelaan-casuarina-sumatrana-cemara.html

http:// ongzi-secretgarden.blogspot.com/2010/03/ gymnostoma-sumatranum.html

Bagikan ini di:

8048total visits,3visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *