Balitbang LHK Aek Nauli

Malam Minggu Bersama Bupati Aceh Selatan

Kiri-kanan: Kepala Bappeda Aceh Selatan, Bupati Aceh Selatan, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Dr. Aswandi, Cut Rizlani Kholibrina, S.Hut, M.SiPada Sabtu (14/01), Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si bersama peneliti (Dr. Aswandi dan Cut Rizlani Kholibrina, S.Hut, M.Si) dan Staf Seksi Data, Informasi dan Kerjasama (Alharis Muslim), melaksanakan kunjungan kerja ke Tapak Tuan, Aceh Selatan dalam rangka inisiasi kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Pada kesempatan tersebut, tim BP2LHK Aek Nauli disambut oleh Bupati dan Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Selatan.

Kunjungan ini bertujuan untuk menginisiasi perikatan kerjasama antara BP2LHK Aek Nauli dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Selatan dalam pengembangan model agroforestry yang diintegrasikan dengan budidaya lebah madu dalam pemanfaatan lahan secara optimal, sehingga dapat menjadi alternatif sumber pendapatan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pencegahan gangguan hutan sehingga tercipta kelestarian hutan dan lingkungan, khususnya di kabupaten aceh selatan.

Dalam diskusi yang dilaksanakan Sabtu malam (Malam Minggu-red) di Pendopo Bupati tersebut, Bupati Aceh Selatan, H. Teuku Sama Indra, SH terlihat sangat antusias dengan inisiasi kerjasama yang ditawarkan oleh BP2LHK Aek Nauli, yang penting bermanfaat bagi masyarakat, ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Pratiara juga menyatakan bahwa BP2LHK Aek Nauli sangat serius dalam hal ini, ini merupakan aksi nyata sebagai tanggung jawab moral bagi kami sebagai institusi riset kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan demi menciptakan masyarakat yang makmur dan hutan yang lestari, tutupnya.

Dalam pertemuan dan diskusi tersebut, Aswandi memaparkan secara singkat mengenai konsep Pengembangan Desa Model Integrated Agroforestry Apiculture System (IAAS) Di Aceh Selatan. Berdasarkan data yang yang diungkapkan Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Selatan, Drs. H. Mufti A. Bakar, dilaporkan bahwa luas kawasan hutan di Kab. Aceh Selatan mencapai 76,69% dari total 400.510 ha luas kabupaten tersebut. Luasnya persentase kawasan hutan tersebut bukanlah merupakan hambatan pembangunan tetapi dapat dijadikan peluang untuk mengembangkan hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan. UU No. 41 tentang Kehutanan memberi peluang pemanfaatan kawasan, jasa lingkungan, dan pemungutan hasil hutan bukan kayu serta pemanfaatan semua kawasan hutan kecuali pada hutan cagar alam serta zona inti dan zona rimba pada taman nasional. Salah satu upaya yang dicanangkan pemerintah untuk mengatasi tingginya laju kerusakan hutan adalah dengan mengembangkan skema pengelolaan hutan yang mengoptimalkan pelibatan masyarakat dengan hasil hutan bukan kayu sebagai komoditas utamanya.

Berbagai studi menunjukkan bahwa skema ini menjanjikan bagi penyediaan alternatif mata pencaharian dan pengatasan kemiskinan. Beberapa skema pengelolaan hasil hutan bukan kayu yang memiliki sejarah yang panjang serta telah menjadi mata pencaharian utama bagi sebagian masyarakat di pantai barat Aceh adalah budidaya pala (Myristica fragrans), minyak atsiri nilam serta pemungutan getah jernang dan minyak kapur/ kapur barus atau kamper.

Dengan pelibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan hutan baik pada hutan negara maupun lahan milik, hasil hutan potensial dapat dikembangkan. Peningkatan produktivitas lahan yang dapat mengembangkan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat perlu diidentifikasi. Budidaya pertanian dan kehutanan dintensif maupun peningkatan efisiensi dan optimalisasi penggunaan lahan akan memberikan manfaat bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Dalam hal ini, model sistem agroforestry yang terintegrasi dengan budidaya lebah Apis dan Trigona penghasil madu dan propolis dengan budidaya pertanian dan kehutanan yang memperhatikan teknik konservasi tanah dapat diajukan sebagai skema yang perlu dikembangkan, ujar Cut Rizlani menambahkan.

Diakhir pertemuan kedua belah pihak bersepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan menjalin kerjasama terutama dalam rangka membangun desa-desa model IAAS dan menjadikan Aceh Selatan sebagai Kabupaten Lebah Madu dan Propolis.

**********************
Kontributor Berita:
Alharis Muslim, Aswandi, Cut Rizlani

Foto:
Alharis Muslim

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *