Balitbang LHK Aek Nauli

Mahasiswa Unsyiah Presentasikan Hasil Praktek Lapangan di BP2LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Februari 2019)_Setelah melaksanakan Praktek Lapangan selama kurang lebih satu bulan (17 Januari s/d 17 Februari 2019) di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, mahasiswa Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Kehutanan Universitas Syiah Kuala Gayo Lues, Aceh memaparkan hasilnya dihadapan para pejabat struktural, peneliti, dan teknisi litkayasa BP2LHK Aek Nauli, Senin (18/2/2019).

Membuka acara, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si berpesan kepada para mahasiswa agar tetap nantinya tetap menjaga idealisme dalam melaksanakan penelitian, sehingga jika menjadi skripsi nantinya dapat dipertanggungjawabkan hasilnya. “Apapun nantinya penelitian kalian yang akan diangkat menjadi tema skripsi, harus dikerjakan dengan benar, belajarlah dengan idealis, sehingga nanti hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Pratiara.

Tiga orang mahasiswa yang melaksanakan Praktek Lapangan di BP2LHK Aek Nauli, yaitu Devi Ginting, Rizky Tanjung, dan Asi Masito. Masing-masing mahasiswa memiliki satu topik kegiatan yang bertujuan agar kegiatan Praktek Lapangan menjadi lebih fokus.

Devi yang pertama kali presentasi, memaparkan tentang pengelolaan gajah yang dilaksanakan di Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC), mulai dari pengenalan spesies, pengelolaan pakan, perilaku gajah di KHDTK Aek Nauli, pengolahan limbahnya sampai dengan peluang ekowisata yang muncul dengan adanya satwa gajah ini.

Sementara Rizky mempresentasikan tentang lebah madu mulai dari pengenalan lebah dan bentuk sarang secara umum, sumber pakan lebah, pengenalan alat dan bahan budidaya, teknik mendapatkan koloni lebah, cara pemindahan koloni, pemeliharaan koloni, pemanenan, sampai dengan teknologi pascapanen.

Terakhir Asi mempresentasikan tentang Kemenyan, yaitu pengenalan kemenyan yang memiliki potensi ekonomis terhadap masyarakat dan juga menjelaskan tentang pengelolaan kemenyan mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, proses penyadapan, sampai dengan pemanenan. Asi juga memaparkan tentang ujicoba perangsangan menggunakan stimulan organik terhadap pohon kemenyan sebelum dilaksanakan proses penyadapan. Sebagai bahan perangsang, Asi menggunakan bahan organik seperti bawang, cuka makan, jahe, dan merica. Asi menjelaskan bahwa perangsangan yang dinilai paling efektif adalah dengan menggunakan bahan organik cuka makan, karena pori-pori kulit kemenyan akan lebih terbuka lebih lebar.

Dalam diskusi banyak masukan dan saran membangun terkait kegiatan yang telah mahasiswa tersebut lakukan selama melaksanakan Praktek Lapangan. Ketiga mahasiswa tersebut didampingi oleh 2 orang peneliti dan 1 orang teknisi litkayasa yang pakar dibidangnya. Untuk kegiatan gajah, mahasiswa didampingi oleh Wanda Kuswanda, S.Hut, M.Sc, Peneliti Utama yang memiliki kepakaran terkait satwa. Untuk kegiatan kemenyan, mahasiswa didampingi oleh Cut Rizlani Kholibrina, S.Hut, M.Si, Peneliti yang memiliki kepakaran terkait kemenyan dan pengelolaannya. Sementara untuk kegiatan lebah madu, mahasiswa didampingi Aam Hasanudin, S.Hut, Teknisi Litkayasa yang memiliki keahlian terkait budidaya lebah madu dan pascapanen.

Pada akhir acara, Pratiara mengapresiasi ketiga mahasiswa yang telah menuntaskan kegiatan Praktek Lapangan selama 30 hari. “Yang terpenting pola berfikirnya sudah berbeda, sebelum dan sesudah disini, ada hal-hal baru yang telah didapatkan sehingga diharapkan nantinya dapat berguna bagi para mahasiswa,” ujar Pratiara. “Cobalah untuk selalu idealis, lakukan penelitian dengan betul dan sesuai dengan kaedah ilmu pengetahuan, sehingga apa yang kalian lakukan nantinya dapat dipertanggungjawabkan secara akademis,” tutup Pratiara.***Hrs

Bagikan ini di:

3652total visits,7visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *