Balitbang LHK Aek Nauli

Mahasiswa UNIMED Lakukan Anveg di KHDTK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Oktober 2019)_Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli merupakan salah satu KHDTK yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 39/Menhut-II/2005, tanggal 7 Pebruari 2005 dengan luasan 1.900 Ha. Secara administratif KHDTK Aek Nauli berada pada Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipanganbolon dan Desa Dolok Parmonangan Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun. Kawasan ini merupakan daerah pegunungan yang mempunyai ketinggian sekitar 1.100 – 1.750 mdpl dengan kemiringan antara 3 – 65 %.

KHDTK Aek Nauli yang berfungsi sebagai bagian Daerah Tangkapan Air (DTA) memiliki beberapa tipe ekosistem yang menjadi habitat beragam jenis tumbuhan dan satwa liar dilindungi. KHDTK Aek Nauli memiliki ekosistem yang sangat beragam,  yang dapat dikelompokan menjadi hutan primer, hutan sekunder, hutan tanaman/dominansi pinus, semak belukar, dan rerumputan.

Untuk menduga komunitas yang berbentuk pohon dan tiang dalam KHDTK Aek Nauli dan untuk mengetahui besar Indeks Nilai Penting dari komunitas yang diperoleh, enam orang mahasiswa Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Medan, mencoba melakukan kegiatan analisis vegetasi (anveg) di KHDTK Aek Nauli tersebut.

Metode analisis komunitas tumbuhan yang digunakan oleh mereka adalah metode kuadran, dimana metode ini adalah salah satu metode yang tidak menggunakan petak contoh (plotless) dan sangat baik untuk menduga komunitas yang berbentuk pohon dan tiang seperti vegetasi hutan.

Sampel kulit dan daun pohon yang diamati

Berdasarkan pengamatan dan hasil identifikasi singkat yang dilakukan terhadap vegetasi pohon/tiang yang tumbuh pada titik koordinat  antara 2˚ 41’ – 2˚ 44’ LU dan 98˚ 57’ – 98˚ 58’ BT  dan ketinggian 1.200 mdpl, setidaknya didapatkan 11 jenis pohon dari 5 titik pengamatan, yaitu : Exbucklandia populnea, Myrica sp., Lithocarpus sp., Artocarpus sp., Aglaia sp., Polyalthia sp., Cavendhisia sp., Sterculia sp., Symplocos cochinchinensis, Rhodamnia cinerea, dan Garcinia parvifolia.

Sampel kulit dan daun pohon yang diamati

Setelah dianalisis dengan metode kuadran, menunjukkan bahwasannya nilai kerapatan tertinggi terdapat pada spesies Exbucklandia populnea dan kerapatan terendah terdapat pada Myrica sp., Aglaia sp., Polyalthia sp., Cavendhisia sp., Symplocos cochinchinensis, Rhodamnia cinerea, dan Garcinia parvifolia. Sedangkan frekuensi tertinggi terdapat pada spesies Exbucklandia populnea dan frekuensi terendah terdapat pada Myrica sp., Aglaia sp., Polyalthia sp., Cavendhisia sp., Symplocos cochinchinensis, Rhodamnia cinerea, dan Garcinia parvifolia. Serta Indeks Nilai Penting tertinggi pada lokasi pengamatan ditemukan pada spesies Exbucklandia populnea dan nilai indeks penting terendah pada Myrica sp., Aglaia sp., Polyalthia sp., Cavendhisia sp., Symplocos cochinchinensis, Rhodamnia cinerea, dan Garcinia parvifolia.

Dari hasil analisis ini, walaupun lokasi dan luasan yang diambil sebagai sampelnya masih terbatas, paling tidak sudah dapat menunjukkan bahwa KHDTK Aek Nauli memiliki komunitas berbeda atau vegetasi penyusun pada masing-masing lokasi beragam, yang menandakan masih terjaganya juga ekosistem KHDTK Aek Nauli dengan terpeliharanya beragam tumbuhan di dalamnya.

Bagikan ini di:

2536total visits,4visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *