Balitbang LHK Aek Nauli

Mahasiswa Fakultas Pertanian UNITA Belajar Kemenyan dan Lebah Madu ke BP2LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Maret 2020)_Sekitar 100 orang mahasiswa Fakultas Pertanian, Unversitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) melaksanakan kegiatan field trip untuk belajar tentang Kemenyan dan Lebah Madu ke Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Sabtu (29/2/2020). Dalam pengantarnya, Dekan Fakultas Pertanian UNITA, Ir. Rosmalina Sinaga, MP, sebagai ketua rombongan, menyampaikan bahwa tujuan pelaksanaan field trip ini adalah untuk mengajarkan mahasiswa tentang potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang ada di Sumatera Utara, khususnya kemenyan dan madu.

“Kami sangat berterima kasih karena sudah mendapatkan kesempatan berkunjung ke lokasi wisata ilmiah ini, untuk belajar tentang kemenyan dan madu, sehingga bisa menambah wawasan atau ilmu pengetahuan, terutama bagi mahasiswa/i kami,” kata Rosmalina.

Menyambung hal tersebut, Rektor UNITA yang juga sebagai Dosen di Fakultas Pertanian, Ir. Adriani S.A. Siahaan, M.P, yang ikut mendampingi, menyampaikan bahwa harapannya mahasiswa/i dapat mempelajari dengan baik apa yang disampaikan oleh narasumber, sehingga nantinya bisa mengedukasikan dan mensosialisasikannya kepada masyarakat, khususnya di Tapanuli.

“Harapannya masyarakat bisa diedukasi tentang kemenyan dan madu oleh mahasiswa kami yang ikut field trip ini,” kata Adriani. “Supaya lebih bagus hasilnya, kami juga berharap kedepannya kami bisa kesini lagi untuk diajarkan praktik budidanya, sekalian membuat semacam kesepakatan ataupun kerjasama” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ir. Komala, Ketua KPN Sylva yang menjadi pengelola wisata ilmiah di BP2LHK Aek Nauli, menyampaikan bahwa BP2LHK Aek Nauli sangat terbuka untuk semua yang mau belajar, karena memang salah satu tujuan diadakannya wisata ilmiah adalah untuk berbagi pengetahuan.

“Silahkan datang lagi jika memang kurang atau ada hal lain yang perlu dipelajari dengan detail. Kalau nanti pesertanya yang ikut banyak, supaya lebih fokus kita bisa bagi per kelompok,” kata Komala.

Dalam field trip ini, untuk materi pertama peserta diajarkan tentang kemenyan sebagai HHBK andalan Sumatera Utara oleh peneliti BP2LHK Aek Nauli, Dr. Ahmad Dany Sunandar, M.Si. Dalam materi Dany menyampaikan tentang jenis-jenis kemenyan, sifat pohon, cara budidaya, produksi getah, produk turunan, dan juga tata niaga kemenyan.

Pada materi kedua, Teknisi Litkayasa BP2LHK Aek Nauli, Aam Hasanudin, S.Hut mengajarkan tentang bagaimana memaksimalkan  produktivitas kegiatan perlebahan pada masyarakat. Aam menjelaskan tentang jenis-jenis lebah, bentuk kegiatan perlebahan, pemungutan madu lebah hutan, budidaya lebah Apis cerana sistem menetap dan berpindah, budiya lebah Trigona sp, pengembangan pakan, dan pemasaran madunya.

Selanjutnya selesai pemaparan di ruangan, peserta diajak untuk melihat dan mengamati langsung di lapangan tentang bentuk pohon kemenyan dan cara panen getahnya. Peserta juga diajak untuk uji nyali melihat proses panen madu dan memegang frame yang dipenuhi oleh lebah Apis cerana.

Seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, karena merupakan sesuatu yang baru bagi sebagian besar dari mereka. “Menyenangkan sekali, kegiatannya tidak membosankan,” ungkap Masriah, salah seorang mahasiswi yang ikut field trip. “Ingin sekali datang lagi kesini untuk belajar praktik budidayanya, khususnya lebah madu,” pungkas Masriah.***MB

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *