Balitbang LHK Aek Nauli

KPH XII Tarutung Jajaki Olahan Teh Pirdot ke BP2LHK Aek Nauli

Permasalahan pembangunan kehutanan, khususnya di Tapanuli Utara saat ini diantaranya adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemanfaatan potensi sumber daya hutan dan kurangnya kepedulian masyarakat menjaga kelestarian hutan. Salah satu permasalahan tersebut adalah pemanfaatan tumbuhan Pirdot yang belum optimal yang banyak terdapat di kawasan hutan Tapanuli Utara. Pirdot (Saurauia bracteosa) merupakan salah satu pohon yang dimanfaatkan sebagai obat terutama oleh suku Batak. Pirdot berpotensi mencegah gula darah, kolestrol, mencegah darah tinggi, dan ekstrak daun pirdot memiliki sifat antikanker.

Rabu, 15 Agustus 2018 Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XII Tarutung, Elvin Situngkir, STP mengunjungi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli yang ditemui langsung oleh Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si. Kedatangan tersebut untuk berdiskusi tentang pengembangan Pirdot di Tapanuli Utara.

Menurut Elvin, selama ini Pirdot di Tapanuli Utara hanya dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati luka hewan ternak seperti kerbau. “Daunnya diremas kemudian ditempelkan di bagian badan yang terluka,” kata Elvin. Dia berharap agar masyarakat Tapanuli Utara juga dapat memanfaatkan tumbuhan Pirdot sebagai minuman sehat.

Pada kesempatan ini, Pratiara menjelaskan bahwa Pada tahun 2016 BP2LHK Aek Nauli telah melakukan penanaman pirdot di Kebun Percobaan Sipiso-piso, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo seluas 1 ha. Pada lahan yang berbatu dengan kelerengan 30% pirdot ternyata mampu tumbuh dengan baik. Pratiara juga menyampaikan bahwa peneliti BP2LHK Aek Nauli juga telah membuat olahan dari daun pirdot ini, yaitu berupa teh celup. “Teh celupnya sudah tersedia,” kata Pratiara. “Tinggal masyarakat Tapanuli Utara didatangkan ke Aek Nauli untuk dilatih agar dapat membuat teh pirdot sendiri,” lanjut Pratiara.

Sambil berdiskusi, Kepala KPH disuguhkan teh celup pirdot. Teh celup tersebut langsung diseduh dengan air mendidih dan diminum tanpa gula. “Wah, ini sangat sehat, rasanya juga tidak langu, ini harus segera dikembangkan di Tapanuli Utara,” kata Elvin kagum. “Ini inovasi yang sangat bagus. Kita harus beralih dan meninggalkan kebiasaan meminum minuman soft drink,” lanjut Elvin. Diakhir pertemuan, Kepala KPH XII tarutung diberikan beberapa kantong teh celup pirdot untuk ditunjukkan kepada masyarakat di Tapanuli Utara.***NNN

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *