Balitbang LHK Aek Nauli

Kompos Kotoran Gajah Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Mei 2019)_Adanya empat ekor gajah di Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC)  pada Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli selain membawa dan menghadirkan dampak positif dalam hal peningkatan jumlah pengunjung sudah pasti juga memiliki dampak negatif, di mana kehadiran gajah ternyata menimbulkan masalah baru khususnya terkait limbah kotorannya.

Berdasarkan berbagai sumber, jumlah makanan gajah yang selalu dikonsumsi setiap hari biasanya adalah 10 persen dari berat badannya. Jika dirata-ratakan tiap ekor gajah beratnya adalah sebesar 2 ton (2.000 kg) maka jumlah makanan yang akan dimakan oleh gajah setiap hari adalah 200 kg setiap ekornya.

Tidak dapat dibayangkan dengan jumlah pakan 800 kg setiap harinya untuk ke empat ekor gajah tersebut berapa banyak limbah kotoran yang akan dihasilkan juga setiap harinya dari gajah-gajah tersebut. Sudah pasti jika limbah kotoran ini dibiarkan begitu saja akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan baik dari segi estetika (keindahan), kesehatan, dan juga kenyamanannya.

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli saat ini berusaha meminimalkan dampak dari limbah kotoran tersebut, dengan cara mengolah dan merubahnya menjadi termanfaatkan, di mana limbah kotoran tersebut diolah sedemikian rupa hingga menjadi kompos yang bernilai ekonomi. Selain itu, dengan diolahnya kotoran gajah tersebut menjadi kompos tentunya bisa menghemat biaya yang ditimbulkan untuk kebutuhan transportasi pembuangan dan penimbunan limbah kotoran gajah, serta mengurangi volume/ukuran limbah.

Berdasarkan hasil analisa dan uji laboratorium, pupuk kompos yang dihasilkan dari kotoran gajah yang dilakukan oleh BP2LHK Aek Nauli ternyata memiliki kandungan nutrisi atau hara yang tinggi. Jenis dan kadar kandungan hara pada kompos hasil olahan dari limbah kotoran gajah disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Kandungan hara pupuk kompos gajah

No. Kandungan hara Hasil analisis (%)
1. N-Total 2.06 (LK 14.0 (Kjeldahl)
2. P2O5 0.42 (LK 14.0 (Spectrofotometri)
3. C-Organik 31.00 (LK 14.0 (Gravimetri)
4. pH 6.51 (LK 14.0 (Elektrometri)
5. K2O 0.46 (LK 14.0 (AAS)
6. CaO 0.32 (LK 14.0 (AAS)
7. MgO 0.40 (LK 14.0 (AAS)

Melihat komposisi jenis dan kadar kandungan unsur hara di atas, kompos dari kotoran gajah yang dibuat oleh BP2LHK Aek Nauli ini memiliki banyak manfaat dibidang pertanian dan perkebunan, salah satunya cocok untuk tanaman hias baik itu sebagai pupuk ataupun sebagai media tanam.

Kedepannya diharapkan adanya pengolahan kompos ini juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat disekitar hutan KHDTK Aek Nauli, sehingga masyarakat selain dapat menikmati manfaat dari wisata ilmiah gajah, juga mendapatkan manfaat lingkungan dan ekonomi lebih dari pengolahan kotorannya menjadi kompos.***Fr

Bagikan ini di:

972total visits,24visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *