Balitbang LHK Aek Nauli

Koleksi Minyak Atsiri di BP2LHK Aek Nauli

Oleh:
Hendry E. Simamora, S.Hut., M.Si.
Ruth Lumbantobing, S.Hut.
Eko Febriyanto

Gambar 1. Koleksi minyak atsiri BP2LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Maret 2019)_Minyak atsiri atau yang biasa dikenal dengan minyak esensial (essential oils), minyak eteris (etherial oils), atau minyak terbang (volatile oils) merupakan minyak yang diperoleh dari ekstrak alami tanaman yang beraroma wangi (tumbuhan tertentu) sesuai dengan aroma tanaman penghasilnya, aroma tersebut diperoleh dari bagian tanaman tersebut seperti daun, kulit batang, biji, bunga, bahkan seluruh bagian tanaman.

Merujuk market brief 2014 minyak atsiri (HS 3301), Atase Perdagangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen minyak atsiri terbesar di dunia untuk beberapa komoditi. Ada 70 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di pasar internasional dan 40 jenis diantaranya dapat diproduksi di Indonesia, 12 jenis diantaranya diklasifikasi sebagai komoditi ekspor. Meskipun banyak jenis minyak atsiri yang bisa diproduksi di Indonesia baru sebagian kecil jenis minyak atsiri yang telah diusahakan. Sebagai negara yang kaya akan akan bahan baku minyak atsiri peluang komoditi minyak atsiri Indonesia masih terbuka luas.

Minyak atsiri merupakan salah satu komoditas ekspor non migas yang dibutuhkan diberbagai industri seperti industri parfum, kosmetik, farmasi, makanan. Untuk memperoleh minyak atsiri ada berbagai cara pengolahan salah satunya adalah dengan sistem penyulingan (distillation). Pada bulan Nopember 2018 peserta Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) melaksanakan kunjungan lapang di BP2LHK Aek Nauli dan menghibahkan sebuah alat suling minyak atsiri portable (skala lab) yang saat ini telah dimanfaatkan oleh BP2LHK Aek Nauli untuk menyuling tanaman yang berpotensi memiliki minyak atsiri yang terdapat di kawasan hutan BP2LHK Aek Nauli.

Harga minyak atsiri sangat mahal dan sangat menggiurkan, namun untuk mendapatkan keuntungan yang besar butuh bahan baku yang tidak sedikit seperti percobaan yang dilaksanakan di BP2LHK Aek Nauli. Bahan baku yang digunakan berupa daun segar yang baru dipetik dari beberapa tanaman yang mengandung minyak atsiri. Dengan berbagai jenis tanaman yang dikumpulkan dan dilakukan penyulingan pada bulan Januari s/d P  ebruari, tanaman yang memiliki rendemen tertinggi adalah daun dari kayu putih (Melaleuca leucadendra)  dan sereh wangi (Cymbopogon nardus).

Dengan bahan baku daun segar 3 kg dan waktu 4 jam, kayu putih menghasilkan minyak atsiri sebanyak 38 ml (1,2%) dan sereh wangi menghasilkan minyak atsiri 22 ml (0,73%). Perolehan minyak atsiri yang belum maksimal tersebut diduga disebabkan oleh alat suling yang digunakan masih bercampur dengan air sehingga mengakibatkan minyak atsiri ikut terbuang ketika mengeluarkan air. Selain itu juga mungkin karena masih adanya minyak atsiri yang masih menempel di kondensor dan wadah penampung embun air dan minyak.

Hasil penyulingan daun dari beberapa jenis tanaman yang berasal dari kawasan hutan BP2LHK Aek Nauli dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1. Hasil penyulingan minyak atsiri di BP2LHK Aek Nauli

No Tanggal pembuatan Bahan (daun segar) Berat (Kg) Hasil (ml) Rendemen (%)
1 23 Januari 2019 Eucalyptus (Melaleuca leucadendra) 3 38 1,2
2 25 Januari 2019 Rasamala (Altingia excelsa) 3 10 0,3
3 28 Januari 2019 Sereh wangi (Cymbopogon nardus) 3 22 0,7
4 1 Februari 2019 Pinus (Pinus merkusii) 3 4,6 0,2

 

Selain tanaman diatas, BP2LHK Aek Nauli berencana akan mendata semua tanaman yang berpotensi mengandung minyak atsiri untuk menambah koleksi yang ada. Kedepannya semoga BP2LHK Aek Nauli bisa menjadi tempat pusat koleksi minyak atsiri hutan dataran tinggi di Sumatera Utara.

Gambar 2. Ketel dan angsang yang telah berisi air (air diisi dibawah angsang)

Gambar 3. Ketel berisi daun segar dengan berat 3 kg

Gambar 4. Separator telah berisi minyak atsiri

Bagikan ini di:

3420total visits,8visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *