Balitbang LHK Aek Nauli

Ketua PMI Sumut Coba Program Healing Forest di KHDTK Aek Nauli

[BP2LHK Aek Nauli]_Rabu (30/12/2020) Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli menerima kunjungan dari Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara, Dr. H. Rahmat Shah. Kunjungan ini selain untuk menikmati suasana hutan dan alam di Aek Nauli, juga bertujuan untuk mencoba program Healing Forest yang sedang dikembangkan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli.

Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si, saat menyambut kunjungan menyampaikan bahwa program Healing Forest di KHDTK Aek Nauli sudah dilakukan beberapa kali ujicoba, dengan masih melibatkan pegawai BP2LHK Aek Nauli sebagai responden. Menurutnya keinginan dari Ketua PMI Sumut untuk mencobanya juga merupakan seuatu bentuk kebanggaan dan harapannya nantinya bisa menjadi pengakuan bahwa program Healing Forest ini memang berdampak positif dan sangat bermanfaat untuk dikembangkan sebagai alternatif terapi/pengobatan.

“Kami sudah beberapa kali melakukan ujicoba program Healing Forest di areal Arboretum Aek Nauli Blok G dengan melibatkan pegawai, dan hasilnya cukup positif dan memenuhi kriteria, baik dari sisi indikator kesehatan maupun lokasinya,” kata Pratiara. “Semoga Pak Rahmat Shah ketika mencoba juga bisa merasakan hal sama dan mendapatkan hal positif dari program ini,” tambah Pratiara.

Pratiara juga menjelaskan bahwa meskipun secara umum hasilnya positif, namun masih ada satu kekurangan terkait lokasi Healing Forest, dimana tingkat kebisingan di Arboretum Aek Nauli Blok G belum memenuhi kriteria Permenkes No. 718 Tahun 1987 sebagai tempat perawatan kesehatan (healing).

“Tingkat kebisingannya masih diatas 45 dB, sedangkan standar Permenkes No. 718 Tahun 1987 harusnya antara 35 – 45 dB. Jadi tingkat kebisingan lokasi ini belum memenuhi kriteria,” kata Pratiara. “Semoga didapatkan solusi yang tepat untuk meminimalkan tingkat kebisingan tersebut, salah satunya kami akan mencoba memohon kepada pemda untuk mengalihkan arus lalu lintas terutama kendaraan berat roda 6 kembali melalui jalur khusus di Simpang Palang,” pungkasnya.

Selanjutnya Rahmat didampingi peneliti BP2LHK Aek Nauli yang menjadi pemandu Healing Forest, yaitu M. Hadi Saputra, S.Hut, M.P.W.K, M.Sc, melaksanakan tahapan program Healing Forest, yaitu mulai dari cek awal kesehatan (tekanan darah dan suhu badan), berjalan santai, olah pernapasan, berdiam diri, melihat pemandangan, hingga kembali melakukan cek kesehatan di akhir kegiatan.

Selesai mengikuti tahapan kegiatan Healing Forest, Rahmat mengungkapkan bahwa di Arboretum Aek Nauli Blok G memang cukup terasa kebisingannya, terutama ketika ada kendaraan truk roda 6 yang lewat. Untuk itu dirinya akan mencoba membantu menghubungi pemda terkait permohonan pengalihan arus lalu lintas kendaraan yang melewati KHDTK Aek Nauli.

Selanjutnya Rahmat juga berharap agar tahapan kegiatan Healing Forest-nya bisa ditambahkan lagi agar lebih bervariasi dan berdampak.

“Menurut saya tahapan kegiatannya perlu ditambahkan lagi agar lebih bervariasi, seperti berdoa/berzikir sebelum berjalan santai dan juga ada sedikit senam pelemasan tubuh,” kata Rahmat.

“Terlepas dari kekurangan itu, saya tetap merasa senang sekali sudah bisa mencoba Healing Forest disini. Udaranya segar, sejuk, pemandangannya indah, dan suasanya nyaman sekali rasanya. Saya rasa sudah cocoklah ini lokasinya, tinggal memperbaiki dan meyempurnakan saja,” pungkas Rahmat.***MB

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *