Balitbang LHK Aek Nauli

FGD Penerapan Iptek Pengembangan Ekowisata KHDTK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Juli 2019)_Sebagai pintu gerbang wisata di Danau Toba, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli mempunyai potensi yang tinggi untuk dijadikan sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara. Hal tersebut disampaikan Prof. Ris. Dr. Drs. H. M. Bismark, MS, yang mewakili Kepala Puslitbang Hutan (P3H) pada saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Iptek Pengembangan Ekowisata KHDTK Aek Nauli, Rabu (17/7/2019). Luaran dari FGD ini yaitu strategi pengelolaan pengunjung di kawasan ekowisata KHDTK Aek Nauli serta model pengelolaan kawasan ekowisata KHDTK Aek Nauli.

“Nilai-nilai estetika dan biodiversitas yang terdapat di KHDTK Aek Nauli dapat menjadi model untuk dikembangkan di areal-areal lainnya,” ujar Prof. Bismark.

Lebih lanjut Prof. Bismark berharap kepada peserta FGD untuk memberikan masukan dan saran terhadap pengelolaan KHDTK Aek Nauli untuk menunjang kegiatan ekowisata di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si memaparkan bahwa kegiatan wisata di KHDTK Aek Nauli telah berlangsung sejak lama. Mulai tahun 2017, BP2LHK Aek Nauli telah menyetor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang jumlahnya terus meningkat hingga pertengahan tahun 2019 ini.

“Hal ini merupakan indikator peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke KHDTK Aek Nauli,” ujar Pratiara.

Pratiara optimis dapat mengembangkan wisata KHDTK Aek Nauli lebih baik lagi dengan bekerjasama antar pihak walaupun tupoksi balai yang utama adalah kegiatan penelitian dan pengembangan.

Acara FGD ini diisi dengan pemaparan materi oleh Kepala BP2LHK Aek Nauli; peneliti P3H, Dr. Endang Karlina, M.Si; Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sumatera Utara, Ir. Irzal Azhar, M.Si; Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pariwisata Kab. Simalungun, Zulpannuddin Dalimunthe, dan Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Universitan Simalungun (USI), Dr. Benteng H. Sihombing, S.Hut, MP.

Pada sesi diskusi para peserta antusias memberikan pendapat dan masukan. Salah satunya adalah Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pondok Bulu, Ramsiana Gultom yang mengharapkan agar balai dapat membantu masyarakat dalam mengelola bambu yang ada di desanya menjadi produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih sehingga perekonomian masyarakat menjadi lebih baik.

Sedangkan perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Simalungun menyatakan siap berkolaborasi mengembangkan wisata di KHDTK Aek Nauli dengan menyebarluaskan brosur atau leaflet wisata.

Sebagai informasi, Peserta FGD melibatkan berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha pariwisata/pemanfaatan jasa lingkungan, swasta, dan lembaga swadaya masyarakat yaitu Camat Girsang Sipangan Bolon, Camat Dolok Panribuan, Veterinary Society for Sumatran Wildlife Conservation (Vesswic), Bappeda Kab. Simalungun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Simalungun, KPHP Unit XII Simalungun, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Arsita) Sumatera Utara, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Toba Samosir, Kepala Desa Sibaganding, tokoh masyarakat Desa Sibaganding, pengelola KHDTK Aek Nauli, peneliti P3H, serta peneliti BP2LHK Aek Nauli.***NNN

Bagikan ini di:

1549total visits,8visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *