Balitbang LHK Aek Nauli

Evaluasi Penggunaan Teknologi Hasil Penelitian oleh Masyarakat

evaluasi alat pengolahan arang terpadu P3HHDalam rangkaian kegiatan Alih Teknologi Arang Terpadu yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH). Peneliti P3HH beserta pejabat Struktural Bidang Pengelolaan Data dan Tindak Lanjut Hasil Penelitian (PDTLHP) P3HH serta perwakilan Seksi Data, Informasi dan Kerjasama Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli melaksanakan kegiatan evaluasi penggunaan alat pengolahan arang terpadu yang telah dibagikan sebelumnya di 4 desa  yaitu Desa Siosar Kecamatan Merek, Desa Sugihen Kecamatan Juhar dan Desa Munte Kecamatan Munte dan di Desa Singa Kecamatan Tigapanah.

Pada kegiatan evaluasi ini, tim evaluator menemukan bahwa dari 4 desa yang telah diberikan alat pengolahan arang terpadu tersebut, 3 desa (Desa Singa, Desa Munte dan Desa Sugihen) telah mengoperasikan dan merasakan manfaat dari alat pengolahan arang terpadu tersebut. Sementara untuk 1 desa lainnya (Desa Siosar) didapati belum mengoperasikan alat tersebut.

penyerahan bantuan botol asap cairKepala Bidang PDTLHP P3HH, Adison, SE mengungkapkan bahwa alat pengolahan arang terpadu ini semestinya dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, karena disamping menggunakan anggaran negara, alat ini terbukti sangat bermanfaat bagi masyarakat jika dimanfaatkan sesuai fungsinya. “Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi kelompok tani pada desa yang telah memanfaatkan alat ini, diharapkan ke depannya dapat lebih optimal dalam pemanfaatannya, karena telah terbukti sangat bermanfaat” ujar Adison disela-sela kegiatan evaluasi ke beberapa desa yang telah diserahkan alat pengolahan arang terpadu tersebut. “Bagi desa yang belum memanfaatkan alatnya, mungkin dapat dipelajari lagi cara pengoperasian alatnya, karena besok (3/5/2018) akan dilaksanakan kegiatan alih teknologi arang terpadu ini di Desa Buluh Naman” ujarnya menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Tindak Lanjut Hasil Penelitian (TLHP) P3HH, Aryani, S.Hut, M.Si menyatakan kekecewaannya karena ada alat yang tidak dimanfaatkan oleh warga desa Siosar yang telah diserahi alat pengolahan arang terpadu. “Kita akan mempertimbangkan kembali, apakah alatnya akan kita pindahkan ke desa lain atau kepada kelompok tani yang lain di Desa yang sama” ujar Aryani. “Agar alatnya bisa bermanfaat sesuai fungsi dan sesuai dengan harapan kita dulu pada waktu menyerahkan alat tersebut” tambahnya.

arang cairDi lain tempat, saat dikunjungi tim evaluasi, Kelompok tani pada Desa Sugihen, Andreas menyatakan bahwa mereka telah merasakan manfaat dari alat pengolahan arang terpadu tersebut. “Bagi manusia, asap cair sangat bermanfaat dan dapat diaplikasikan dari ujung kepala sampai ujung kaki” kata Andreas. Hal ini dibenarkan oleh Peneliti P3HH, Dra. Gusmailina, M.Si yang ikut serta dalam rombongan evaluator. “Manfaat asap cair bagi manusia diantaranya untuk menghilangkan ketombe, obat sakit gigi, obat penyakit kulit seperti panu dan gatal-gatal, mengurangi perut kembung dan sebagai antiseptik” ujar Gusmailina.

Saat mengunjungi desa Munte, Sumardi, perwakilan kelompok tani juga menyatakan bahwa penggunaan asap cair pada tumbuhan terbukti mampu mengurangi hama dan penyakit  seperti walang sangit, keong, tikus, semut dan ulat.

Pada kegiatan evaluasi ini, P3HH juga menyerahkan bantuan berupa botol kemasan untuk menampung asap cair yang dihasilkan dari alat pengolahan arang terpadu tersebut**Hrs

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *