Balitbang LHK Aek Nauli

Evaluasi Kegiatan Prinas, BAPPENAS Berkunjung Ke BP2LHK Aek Nauli

Kamis, 19/07/2018 BP2LHK Aek Nauli mendapatkan kunjungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta yang bertujuan membahas progres pelaksanaan kegiatan Prioritas Nasional (Prinas) yang dilaksanakan di BP2LHK Aek Nauli. Kunjungan ini diterima oleh Kepala Seksi Program dan Evaluasi BP2LHK Aek Nauli, Ali Ngimron, S.Hut., M.Si , didampingi oleh Kepala Seksi Sarana Penelitian Eddy Syahputra Sitepu, S.H., serta tiga orang Peneliti Wanda Kuswanda, S.Hut., M.Si, Dr. Ahmad Dany Sunandar dan Asep Sukmana,S.Hut., M.Si.

Di awal pertemuan, Ali menjelaskan bahwa kegiatan Prinas yang berjudul Pengkajian Pengembangan Ekowisata KHDTK Aek Nauli di Danau Toba dibagi menjadi 5 sub kegiatan yaitu tentang Rusa, HHBK, Reproduksi, Kelembagaan dan Gajah. Pembagian ini dilakukan karena kepakaran masing-masing peneliti berbeda.

Ali juga menjelaskan bahwa kegiatan Prinas telah 50% terealisasi, dan harapannya dalam 5 bulan kedepan bisa terealisasikan secara keseluruhan. Namun ada beberapa kendala yang ditemukan, antara lain yaitu: 1.) Sumber daya manusia di BP2LHK Aek Nauli masih terbatas, sehingga harus melakukan kerjasama dengan instansi lainnya, agar mendapatkan sharing ilmu dari berbagai lembaga, terutama universitas, 2.) Gajah belum bisa beradaptasi dengan baik, 3.) Belum adanya kelembagaan. Dengan adanya riset tentang kelembagaan diharapkan ada satu model kelembagaan yang bisa disepakati oleh 3 pihak tersebut dalam pengelolaan ANECC, sehingga dalam hal pemungutan retribusi dapat dilakukan dalam 1 pintu, dan 4.) Adanya peluang tanaman rusak sebelum dikomsumsi gajah. Hal ini disebabkan karena terdapat satwa lain yang memakan tanaman sebelum dipanen.

Laporan pogres pelaksanaan kegiatan Prinas ini direspon baik oleh Bappenas. Budi sebagai Ketua Tim Evaluasi Bappenas, mengharapkan agar pemaparan tentang potensi flora dan fauna lebih bagus lagi jika disajikan secara keseluruhan dan terperinci dalam presentasi, tidak hanya menjelaskan gajah maupun rusa namun satwa endemik lainnya. Bappenas berharap BP2LHK Aek Nauli menyajikan dan menjelaskan gambaran spasial (denah hingga model bagunan) site plan tanah yang sudah matang.

Dalam masalah kelembagaan yang belum terbentuk, Bappenas menyarankan agar jumlah tenaga yang dibutuhkan/diharapkan sudah di desain. Minimal dari SDM Internal yang ada di BP2LHK Aek Nauli, maupun dari peluang-peluang SDM yang terdapat pada BBKSDA dan Veswicc.

Berkaitan dengan wisata ilmiah di BP2LHK Aek Nauli, Bapenas juga menyarankan agar dapat menghitung daya dukung maksimal orang masuk ke kawasan hutan. Dimana tetap ada pengaturan batasan pengunjung, dalam artian bahwa ekowisata ini bukan ekowisata massal.

Di akkhir pertemuan, Bapenas menyampaikan harapannya agar BP2LHK Aek Nauli juga memiliki program edukasi untuk masyarakat, dimana BP2LHK Aek Nauli mampu men-share ilmu pengetahuan kepada masyarakat yang berkunjung dalam hal menjaga kelestarian lingkungan.***DCP

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *