Balitbang LHK Aek Nauli

DPRD Sumut Mendukung Pengelolaan Secara Optimal Taman Wisata Kera Sibaganding

Komisi B DPRD Sumut mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli di Medan. Selain BP2LHK Aek Nauli, RDP juga diikuti oleh 2 (dua) UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lingkup Prov. Sumatera Utara yang lain yaitu Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dan juga Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara.

RDP ini bertujuan untuk mendengarkan permasalahan dan tantangan dalam pengelolaan wisata alam yang terdapat di wilayah Sumut sehingga ditemukan solusi agar pengelolaan wisata alam tersebut dilakukan dengan optimal dan dapat mendukung peningkatkan perekonomian masyarakat. Ketua Komisi B DPRD Sumut, Viktor Silaen menyampaikan bahwa pelaksanaan RDP ini merupakan tindak lanjut kerja Komisi B DPRD Sumut sebelumnya ke beberapa lokasi wisata alam di Sumatera Utara, khususnya yang dikelola oleh 3 UPT KLHK tersebut, salah satunya adalah Taman Wisata Kera Sibaganding yang dikelola oleh BP2LHK Aek Nauli.

Viktor berkesan bahwa Taman Wisata Kera Sibaganding sangat unik. “Kalau ditempat lain kera atau monyet menjadi hama dan juga liar (nakal) ketika ada pengunjung, tapi di Sibagading ini malah jinak dan bisa dipanggil pakai terompet khusus dari tanduk kerbau. Ini sangat luar biasa bagi pengunjung,” ungkap Viktor. “Namun sayangnya masih terdapat kekurangan yaitu lokasinya belum dikelola dengan baik, karena itu kami sangat mendukung untuk segera dilakukan pengembangan dan pengelolaan secara optimal dan profesional, sehingga wisatanya semakin menarik dan jumlah pengunjungpun semakin meningkat,” tambah Viktor.

Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Ahmad Hadian, berharap bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara harus memacu semangat dan kreativitas untuk mengembangkan kawasan hutan menjadi kawasan wisata hutan yang terintegrasi dengan disetujuinya Ranperda Kawasan Hutan oleh DPRD Sumut dan ditetapkannya Danau Toba menjadi tujuan wisata super prioritas oleh Presiden Jokowi.

Hadian meminta ketiga UPT KLHK ini lebih serius dan meningkatkan kerja sama lintas sektoral secara sinergis dengan berbagai pihak, seperti Badan Otorita Danau Toba, Pemprov Sumatera Utara dan Pemkab yang berada di sekitar Danau Toba, juga dengan pihak swasta sehingga kawasan sekitar Danau Toba menjadi tujuan wisata unggulan dan wisatawan yang ingin berkunjung ke Danau Toba dapat menikmati alam sekitarnya dalam bentuk dan fasilitas wisata yang unik dan berbeda.

Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si dalam paparannya terkait pengelolaan Taman Wisata Kera Sibaganding, menjelaskan dari sejarah adanya taman kera, pembangunan sarana prasana oleh berbagai pihak, dan juga progres kerjasama. “Sejak Taman Wisata Kera Sibaganding masuk dalam KHDTK Aek Nauli, pengelolaannya mulai ditingkatkan, baik sarana dan prasarana maupun SDM,” tutur Pratiara. “Pada tahun 2018, Rahman Manik yang menjadi pawang siamang dan monyet, resmi menjadi tenaga kontrak di Balai, sehingga sedikit banyak bisa meningkatnya pendapatannya dan juga bisa menambah semangatnya dalam menjaga dan mengelola taman wisata kera tersebut. Pada tahun 2019, pembenahan sarpras yaitu tempat parkir, jembatan ke goa, dan juga jalan setapak menuju tempat pertunjukkan,” papar Pratiara.

Lebih jauh Pratiara menyampaikan bahwa tupoksi pokok/utama BP2LHK Aek Nauli adalah melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan bidang lingkungan hidup dan kehutanan, sehingga pengelolaan Taman Wisata Kera Sibaganding memang perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak agar dapat berjalan dengan optimal. “Pengelolaan taman wisata kera merupakan tugas tambahan. Selain itu balai juga memiliki program lain berupa wisata ilmiah, seperti healing forest, panen madu, dan juga camping ground. Kami juga sudah bekerjasama dengan berbagai pihak dalam mengelolanya, mudah-mudahan 1 atau 2 tahun kedepan sudah terlihat progres dan hasilnya yang lebih baik,” kata Pratiara.

Dua UPT KLHK yang lain juga diminta pemaparan terkait wisata alam yang dikelola oleh masing-masing, yaitu Wisata Alam Bukit Lawang yang dikelola Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara terkait pengelolaan wisata Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC)***

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *