Balitbang LHK Aek Nauli

revitalisasi toba

Kreasi Kaum Muda untuk Revitalisasi Danau Toba

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli ditunjuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK), DR. Siti Nurbaya Bakar, melalui Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) agar menjadi motor utama dalam kegiatan Revitalisasi Danau Toba. Manajemen balai menentukan Gedung Griya Sampinur menjadi Kantor Sekretariat Bersama (Sekber) Revitalisasi Danau Toba. Griya Sampinur diresmikan pada 27 September 1998 oleh Dr. Ir. Toga Silitonga, M. Sc., yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Litbang Kehutanan dan Perkebunan. Dulunya, Griya Sampinur dijadikan sebagai icon (BP2LHK) Aek Nauli.

(more…)

Gebrakan Aek Nauli dalam Mendukung Revitalisasi Danau Toba

Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dalam kunjungannya ke Sumatera Utara beberapa waktu yang lalu memberikan arahan melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) DR. Siti Nurbaya Bakar agar Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) difungsikan sebagai motor utama dalam kegiatan Revitalisasi Danau Toba. Menindaklanjuti arahan tersebut, Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) melalui Sekretariat BLI KemenLHK telah menyiapkan berbagai konsep mengenai peran Badan Litbang, salah satunya adalah dengan mengamanatkan kepada para peneliti di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli  untuk menyiapkan state of the art tentang Danau Toba. Amanat tersebut merupakan tantangan bagi seluruh peneliti lingkup balai sehingga diharapkan nantinya akan muncul gebrakan-gebrakan yang akan menjadikan BP2LHK Aek Nauli menjadi tuan di rumah sendiri demi suksesnya kegiatan Revitalisasi Danau Toba.

(more…)

Dukungan Litbang Bagi Pemulihan Danau Toba

Salah satu ekosistem yang menjadi perhatian serius berbagai pihak saat ini adalah Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba. Hal ini (terutama) terkait dengan penurunan fungsi ekosistem di satu sisi dan upaya pengembangan kawasan sebagai destinasi pariwisata dunia di sisi lainnya. Secara nyata, perhatian ditunjukkan Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Danau Toba pada rangkaian perayaan kemerdekaan RI bulan Agustus tahun lalu. Namun, tidak dapat dipungkiri Danau seluas 110 ribu ha dan daerah resapan seluas 280 ribu ha yang tersebar pada tujuh kabupaten (Karo, Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi dan Samosir) telah mengalami penurunan fungsi. Hal ini tercermin dari kuantitas dan kualitas air yang menurun, serta peningkatan areal hutan dan lahan yang terdegradasi. Sejak tahun 1985 sekurangnya 16-30 ribu ha lahan hutan telah berubah tipe penutupan dan tergedradasi. Data ini tentu bisa diperdebatkan jika kita mempertimbangkan tipe penutupan awalnya, namun secara kasat mata proses degradasi terus berlangsung.

(more…)