Balitbang LHK Aek Nauli

artikel populer

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)

Oleh: Erwin Patriot Manik (Teknisi Litkayasa Penyelia)

Harimau Sumatera (P. tigris sumatrae)
Sumber foto: Wanda Kuswanda (Peneliti BP2LHK Aek Nauli)

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satwa endemik yang penyebarannya hanya terdapat di Pulau Sumatera, terutama di hutan-hutan dataran rendah sampai dengan pegunungan. Wilayah penyebarannya pada ketinggian 2.000 mdpl (O’Brien et al., 2003), tetapi kadang-kadang juga sampai ketinggian lebih dari 2.400 mdpl (Linkie et al., 2003). Oleh karena itu, kepadatan hewan mangsa sebagai sumber pakan merupakan faktor yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan populasi harimau. Ketersediaan hewan mangsa ini juga memainkan peran penting dalam menentukan daerah jelajah individu harimau (Ahearns et al., 2001). (more…)

Pengenalan Bambu serta Kegunaannya (Bagian 2)

Oleh: Edy Julianto, S.Hut. (Teknisi Litkayasa Penyelia)

Koleksi Tanaman Bambu di Arboretum BP2LHK Aek Nauli

Tanaman bambu masih tergolong keluarga Graminae (rumput-rumputan) atau disebut giant grass (rumput raksasa), berumpun, dan terdiri dari sejumlah batang (buluh) yang tumbuh dengan bertahap, dari mulai rebung, batang muda, dan sesudah dewasa pada umur 4-5 tahun.

Akar bambu berada dalam tanah membentuk sistem percabangan. Bagian pangkal rimpang lebih sempit dari bagian ujungnya dan setiap ruas mempunyai kuncup dan akar. Bagian kuncup pada akar tersebut akan membentuk rebung, yang akan memanjang dan akhirnya akan membentuk bulu. Batang bambu berbentuk silindris, berbuku-buku, beruas-ruas berongga, berdinding keras, dan pada setiap buku memiliki tunas atau cabang. Tinggi tanaman berkisar 0,3-30 meter, batang berdiameter 0,25-25 cm dan memiliki ketebalan dinding sampai 25 mm. Daun bambu berwarna hijau muda kekuning-kuningan, berbentuk lanset, bagian ujung meruncing, bagian pangkal daun tumpul, bagian tepi daun merata dan daging daun tipis, serta pertulangan daun sejajar dan memiliki permukaan yang kasar dan berbulu halus.

(more…)

Fakta Menarik Tentang Rusa

Oleh: Marjono (Teknisi Litkayasa Penyelia)

Rusa Sambar (Rusa unicolor)

Rusa, sambar, atau menjangan (bahasa Inggris: deer) adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia Cervidae. Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia yang terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok rusa dunia lama yang termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae; serta kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae. (more…)

Memaksimalkan Produksi dan Produktifitas Kegiatan Perlebahan di Sumbagut

Oleh: Aam Hasanudin, S.Hut. (Teknisi Litkayasa Penyelia)

Ahli Teknologi Budidaya Lebah Madu Masyarakat Peduli Api (MPA) Sibaganding, Sumatera Utara

Perkembangan kegiatan perlebahan di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan, khususnya Provinsi Aceh dengan data produksi madu pada tahun 2000 sebanyak 67,04 ton terjadi penuran drastis, produksi madu hanya 240 kg sampai tahun 2010. Hal yang sama juga terjadi di Provinsi Sumatera Utara, produksi madu tahun 2000 sebanyak 70,32 ton menurun drastis menjadi 70 kg sampai tahun 2010. Selanjutnya, Sumatera Barat tahun 2000 sebanyak 73,04 ton terjadi penuran drastis produksi madu menjadi 340 kg sampai tahun 2010. Kondisi saat ini, kebutuhan madu untuk dua industri, farmasi dan konsumsi didatangkan dan dimport dari negara tetangga, Thailand dan China.

(more…)

Mengenal Makadamia

Oleh: Dodo Ahmad Suhada (Teknisi Litkayasa Penyelia)

Pohon M. integrifolia di Kebun Percobaan Sipiso-piso

Macadamia integrifolia merupakan native species yang berasal dari hutan hujan Queensland (Australia). M. integrifolia memiliki nama lokal dalam bahasa Inggris smooth macadamia nut, Queensland nut, macadamia nut, Australian bush nut.  Menurut (Suheryadi, 2002), pohon M. integrifolia mempunyai ukuran yang besar dan tinggi. Tinggi pohon makadamia dapat mencapai 18 meter. Percabangan biasanya dimulai dari ketinggian 1 meter, namun kadang-kadang ditemukan bibit yang bercabang sejak berkecambah. Permukaan kulit batangnya kasar, perakarannya dangkal, dan daunnya lebat berwarna hijau tua. (more…)