Balitbang LHK Aek Nauli

artikel penelitian

Sekilas Tentang Kemenyan

Kemenyan merupakan produk hasil hutan non kayu yang identik dengan Provinsi Sumatera Utara, karena memang produksi terbesar kemenyan di Indonesia dihasilkan dari provinsi ini. Kemenyan adalah sejenis getah yang dihasilkan dari tumbuhan Styrax spp. Di Sumatera Utara, Styrax spp. termasuk tanaman andalan yang cukup potensial untuk dikembangkan. Kemenyan memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena berbagai manfaatnya, antara lain sebagai bahan baku kosmetika dan bahan pengikat parfum agar keharumannya tidak cepat hilang, bahan baku rokok, bahan pengawet, dan bahan baku farmasi/obat-obatan serta sebagai bahan campuran dalam pembuatan keramik agar lebih kuat dan tidak mudah pecah. Bahkan di negara-negara Eropa, kemenyan digunakan sebagai bahan campuran pada pemanas ruangan. Negara-negara tujuan ekspor kemenyan saat ini antara lain India, Singapura, Hongkong, dan Malaysia. Manfaat tanaman kemenyan selain sebagai penghasil getah bernilai tinggi, juga dapat dikembangkan sebagai tanaman reboisasi, penghara pabrik pulp, rehabilitasi lahan, sekat bakar, dan pohon ornamen.

(more…)

Mengenal Simartolu, Pohon Sejuta Manfaat

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli adalah wilayah lindung dataran tinggi yang berada di bawah pengelolaan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli yang terdapat pada ketinggian 1200-1600 Mdpl. Banyak potensi di dalam KHDTK ini yang dapat dimanfaatkan sebagai situs ilmiah untuk diamati.

Pada zona administrasi KHDTK Aek Nauli berdiri wilayah Arboretum yang menyatu dengan wilayah perkantoran seluas kurang lebih 50 Ha, terdapat koleksi pohon dataran tinggi Sumatera, jenis endemik lokal dengan tatanan rapi, bersih, indah dan terkelola.

(more…)

Pengembangan Model IAAS di DTA Danau Toba

Model IAAS digambarkan sebagai praktek sistem agroforestry yang diintegrasikan dengan budidaya lebah madu Apis dan Trigona untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Dalam pengembangannya, model ini memerlukan serangkaian kegiatan berupa (a) penyiapan kelompok tani; (b) pengelolaan produksi; dan (c) pengelolaan pemasaran. Penyiapan kelompok dimulai dengan identifikasi lokasi-lokasi dan kelompok tani yang potensial bagi pengembangan kluster budidaya. Perencanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan memperhatikan isu-isu gender dan kearifan lokal. Pelatihan teknik budidaya dilakukan langsung di lapangan.

(more…)

Mengenal PIRDOT, Pohon Penghasil Obat dari Sumatera Utara

Pirdot (Saurauia bracteosa DC.), dikenal juga dengan nama pirdot (bahasa batak), ki leho (bahasa sunda), lotrok (bahasa jawa), soyogik (bahasa manado). merupakan jenis tanaman pionir yang dapat diandalkan dalam merehabilitasi kawasan yang terdegradasi terutama yang terdapat di dataran tinggi. Pohon yang berwarna coklat dan mudah patah ini berukuran kecil-sedang, dengan tinggi 3 sampai 15 m. Selain sebagai tanaman pionir, pirdot memiliki banyak manfaat terutama sebagai tanaman obat.

(more…)