Balitbang LHK Aek Nauli

artikel penelitian

Hutan Rakyat Provinsi Sumatera Utara

Oleh: Hendry Elvin Simamora

Kebutuhan bahan baku industri di Indonesia mencapai 50-60 juta m³ pertahun dimana sekitar 25 juta m³ adalah keperluan industri pulp dan kertas dan sebagian besar kebutuhan kayu tersebut dipasok dari hutan alam, namun kemampuan hutan produksi alam dalam penyediaan kayu semakin menurun dan terbatas (Anonim, 2006). Menurut statistik kehutanan Provinsi Sumatera Utara tahun 2013-2015 menunjukkan bahwa Provinsi Sumatera Utara rata-rata membutuhkan 1,9 juta m³ kayu bulat yang diperoleh dari Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK-HA), Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT), Izin Pemanfaatan Kayu dan Hutan Rakyat. Hutan tanaman mendominasi produksi kayu di Provinsi Sumatera Utara sebesar 85,98% pada tahun 2013-2015, sementara hutan rakyat memberikan kontribusi terhadap penyediaan kayu di Provinsi Sumatera Utara rata rata 8,91%, walaupun demikian hutan rakyat memiliki peluang untuk dikembangkan demi ketersediaan kayu jangka panjang terutama untuk jenis-jenis yang tidak dikembangkan di hutan tanaman.

(more…)

Plot Damar di Arboretum Aek Nauli

plot damar di aeknauliDamar merupakan salah satu jenis asli pohon Indonesia yang tersebar di Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan papua.  Damar merupakan salah satu tananaman hutan yang mampu memberikan produksi baik kayu maupun hasil lainnya (bukan kayu).  Peraturan Menteri Kehutanan P.35/Menhut-II/2007 menyebutkan bahwa damar merupakan bagian dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dikelompokan kedalam kelompok resin. Kelompok resin Damar disini yaitu damar jenis Shorea javanica, Hopea sp., Anisoptera cortata dengan produk Damar Mata kucing, Araucaria beccarii produk damar daging (kopal), Shorea sp. Produk Damar rasak, Agathis borneensis produk Damar pilau, dan Shorea spp produk Damar batu.

(more…)

Promosi Parfum Kemenyan kepada Gubernur Sumatera Utara

Inovasi untuk meningkatkan nilai tambah produk terutama Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) menjadi hal yang sangat diperlukan dalam rangka mendukung kesejahteraan masyarakat. Berbagai jenis HHBK yang melimpah di Sumatera Utara sebagian besar dijual dalam bentuk bahan mentah tanpa melalui proses pengolahan, sebut saja jernang, kapur barus, getah pinus, kemenyan, dll.

(more…)