Balitbang LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli Optimis Ditetapkan Sebagai Lembaga PUI Tahun 2019

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Nopember 2019)_Dalam rangka pengembangan Pusat Unggulan IPTEK (PUI) Tahun 2019, Kemenristekdikti mengembangkan skema dan mekanisme pembinaan bagi lembaga litbang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan. Salah satu upaya yang dilakukan dalam mekanisme pembinaan tersebut adalah Forum Evaluasi Kinerja dan FGD Penguatan Kelembagaan PUI Tahun 2019, seperti yang dilaksanakan di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Jumat (8/11/2019).

Forum yang dihadiri oleh seluruh pejabat sturktural, peneliti, serta teknisi litkayasa BP2LHK Aek Nauli ini juga mendatangkan tim pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnain Siregar, M.For.Sc dan Dr. Haryanto R. Putro, yang didampingi oleh tim dari Sekretariat PUI Kemenristekdikti, Edita Diah Triana Dewi, S.SE dan Kartika Hasanah, S.ST.

Dalam sambutannya ketika membuka acara, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si, memaparkan secara singkat mengenai kegiatan litbang, area kerja, produk unggulan, serta potensi lain yang ada di BP2LHK Aek Nauli, baik sarana prasarana maupun SDM-nya.

“BP2LHK Aek Nauli punya peneliti sebanyak 11 orang, 2 orang doktor, dan sisanya magister. Walau jumlahnya sedikit, ini adalah SDM terbaik dari kami yang menggarap riset di bagian Sumatera Utara dan juga mendukung kegiatan PUI, sehingga harapannya pada tahun 2019 ini balai kami bisa ditetapkan menjadi lembaga PUI Pengelolaan Hutan Tropis Dataran Tinggi,” kata Pratiara.

Dalam kesempatan yang sama, Edita sebagai ketua tim Sekretariat PUI Kemenristekdikti menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk membahas substansi capaian kinerja lembaga litbang selama tahun 2019 serta potensi penetapan atau perpanjangan status lembaga tersebut sebagai PUI.

“Kami akan melihat kesesuaian pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan dengan roadmap yang telah disusun sebelumnya, serta sebagai langkah percepatan pelaksanaan kegiatan pencapaian target lembaga sebagai PUI,” kata Edita.

Selanjutnya, Dr. Aswandi, S.Hut, M.Si. selaku koordinator PUI BP2LHK Aek Nauli memaparkan progres pencapaian indikator kinerja PUI hingga akhir Oktober 2019. Progres pencapaian indikator kinerja tersebut dibuktikan dengan data di borang PUI yang telah diisi sebelumnya oleh tim PUI BP2LHK Aek Nauli, yang mencakup Sourching Capacity, R & D Capacity, dan Disseminating Capacity.

Saat diskusi, banyak tanggapan dan saran dari tim pakar yang diberikan untuk penyempurnaan dalam pencapaian indikator kinerja PUI di BP2LHK Aek Nauli. tanggapan dan saran tersebut merupakan bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja lembaga serta menambah nilai agar dapat ditetapkan sebagai PUI. Diantara tanggapan dan saran tersebut adalah dari pakar, yaitu Prof. Iskandar yang menyampaikan agar BP2LHK Aek Nauli memperkuat jaringan agar bisa lebih banyak penelitinya yang menjadi keynote speaker, terutama di seminar-seminar internasional; dan juga dari Edita yang menyampaikan seberapa besar peluang ditetapkannya BP2LHK Aek Nauli menjadi lembaga PUI, serta tentang dana insentif dari Kemenristekdikti untuk dukungan riset.

“Isian borang sudah bagus dan hampir semua mencapai target, hanya sedikit saja yang perlu dilengkapi supaya nilainya tambah meningkat, mudahan sebelum tenggat waktunya bisa disempurnakan, sehingga peluang ditetapkan menjadi besar,” kata Edita. “Selain itu jika peneliti butuh dana tambahan untuk riset, dapat dilihat persyaratannya di website Kemenristekdikti, silahkan bersurat supaya dapat direkomendasikan dukungan dananya,” pungkas Edita.

Usai pelaksanaan forum dan FGD, Kepala BP2LHK Aek Nauli memberikan kenang-kenangan kepada tim pakar dan tim sekretariat PUI Kemenristekdikti, berfoto bersama, dan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan santai ke lapangan (lokasi lebah madu, rusa, dan gajah).***NNN

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *