Balitbang LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli Benahi KHDTK untuk Pengembangan Wisata Ilmiah Edutainment

edutainment aeknauliBP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, 20/03/2018)_Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli seluas 1.900 ha ditetapkan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan latihan, kepentingan religi dan budaya serta pengelolaan jasa lingkungan lainnya. Tipologi kawasan yang merupakan ekosistem hutan hujan dataran tinggi dengan keanekaragaman hayati yang unik ini berada pada pintu masuk Danau Toba, kawasan strategis pembangunan pariwisata nasional.

Kawasan ini merupakan laboratorium alam  dengan ratusan koleksi tumbuhan endemik dan eksotik dataran tinggi maupun dataran rendah yang berasal dari berbagai daerah di nusantara bahkan dunia yang terintegrasi dengan beragam iptek kehutanan dan lingkungan. Berbagai produk litbang seperti kebun benih, taman etnobotani,  persemaian, perbenihan tanaman hutan, dan penangkaran satwa dilindungi sering menjadi atraksi menarik bagi kunjungan wisatawan baik pelajar maupun masyarakat umum ke kawasan ini.

Berbagai produk litbang seperti tanaman koleksi, budidaya lebah madu, persemaian dan perbenihan tanaman hutan, Pengamatan berbagai koleksi jenis flora yang unik serta fauna burung, mamalia dan primata yang hidup bebas, tegakan Tusam (Pinus merkusii) yang mendominasi, pohon Kemenyan (Styrax sumatrana) beserta teknik pemanenan dan pengolahannya, penangkaran satwa dilindungi seperi Gajah Sumatra sering menjadi atraksi menarik bagi kunjungan wisatawan baik pelajar maupun masyarakat umum ke kawasan ini.

“Dengan berbagai atraksi ini, KHDTK Aek Nauli sangat potensial dikembangkan sebagai kawasan wisata ilmiah Edutainment. Dalam hal ini produk-produk litbang dapat dijadikan media pembelajaran yang menyenangkan permainan (game), bermain peran (role play) dan demonstrasi (demonstration). Pengunjung dapat menyaksikan dan ikut serta dalam proses budidaya, memanen, memandikan dan memberikan pakan berbagai satwa yang dipelihara dipenangkaran” papar Pratiara, S.Hut, M.Si, Kepala BP2LHK Aek Nauli.

Namun, lebih lanjut menurut Kepala Balai yang juga bertindak sebagai pemangku kawasan, pengelolaan KHDTK Aek Nauli terutama untuk mencapai tujuan peruntukannya serta mendukung pengembangan pariwisata nasional Danau Toba dirasakan belum optimal. “Perlu dilakukan banyak pembenahan sarana prasarana dan penguatan kapasitas sumber daya yang dimiliki. Mulai tahun 2018 upaya-upaya pembenahan tersebut mendapat dukungan pemerintah sebagai Prioritas Nasional” tegas Pratiara.

Beberapa pembenahan yang sedang dan akan dilakukan diantaranya pembangunan galeri, penataan tanaman koleksi pada arboretum dan penyiapan sarana pendukung lainnya. Galeri tersebut akan menjadi pintu masuk dan pusat informasi yang menyajikan berbagai produk litbang yang terintegrasi dengan penangkaran lebah beserta taman bunga sumber nectar pakannya, penangkaran Gajah dan Rusa beserta sumber pakannya, taman etnobotani dan pemanenan getah Tusam dan Kemenyan. Atraksi-atraksi tersebut akan ditata sedemikian rupa sehingga menarik pengunjung ke KHDTK Aek Nauli dan sekaligus ke Danau Toba.***ASW

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *