Balitbang LHK Aek Nauli

Berita Litbang, Media Publikasi Hasil Litbang yang Menjangkau Semua Kalangan

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Juni 2019)_”Kita jangan seperti penyu, tapi jadilah seperti ayam. Penyu telurnya banyak tapi dia diam, jadi tidak ada yang tahu kalau dia punya telur. Tapi kalau ayam, bertelur hanya sebutir pun dia akan berkotek, sehingga semua orang tahu kalau dia punya telur”, demikian sebuah ungkapan yang sering disampaikan oleh Kepala Puslitbang Hasil Hutan, Dr. Ir. Dwi Sudharto, M.Si dalam hampir setiap pertemuan. Begitupun litbang, walaupun sudah ratusan hasil yang didapatkan, tapi tidak akan begitu dikenal jika tidak dipromosikan dan dipublikasikan secara luas dan menarik, dan akhirnya hanya menjadi setumpuk laporan di rak-rak perpustakaan.

Menangkap pentingnya ungkapan tersebut, Kepala Seksi Data, Informasi, dan Kerjasama (DIK) Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Ismed Syahbani, S.Hut mencoba membuat salah satu terobosan proyek perubahan media promosi dan publikasi hasil litbang dengan jangkauan yang lebih luas, yaitu melalui penerbitan berita-berita litbang.

Proyek perubahan yang merupakan tugas dalam Diklat Kepemimpinan Tk. IV ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas berita litbang yang ditulis oleh peneliti dan teknisi litkayasa, khususnya di BP2LHK Aek Nauli. Selain itu, jika saat ini publikasi hasil-hasil litbang sebagian besar masih terbatas dalam bentuk jurnal ilmiah yang biasanya hanya diperuntukkan untuk kalangan ilmiah saja, maka perlu disampaikan juga dalam bentuk berita yang mudah dicerna dan dipahami semua kalangan, sehingga otomatis akan juga meningkatkan jangkauan pembaca berita tersebut.

“Masyarakat umum tidak memerlukan laporan hasil litbang yang panjang, detail dan rumit, tapi mereka hanya butuh informasi apa yang bisa langsung dimanfaatkan dan bagaimana cara yang paling mudah melaksanakannya. Penyampaian yang menarik dan populer akan membuat mereka lebih mudah memahami” tutur Ismed.

Selanjutnya Ismed juga menyampaikan bahwa tidak semua tulisan bisa dianggap sebagai berita litbang, tapi haruslah memuat kegiatan dan hasil litbang yang didukung data yang valid serta juga mendukung tupoksi dan kinerja balai.

“Jadi nanti tidak hanya sekedar menulis apa yang telah dikerjakan di balai saja, tapi harus terkait tupoksi balai dan juga harus didukung data valid, minimal hasil pengamatan atau kajian sederhana” tambah Ismed.

Dilain kesempatan, Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si menyampaikan sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Menurut Pratiara, sudah saatnya kegiatan penyampaian hasil litbang melalui pelaksanaan seminar dikurangi. Dengan anggaran yang cukup besar dan peserta yang hadir tidak begitu banyak, acara seminar sudah dianggap kurang efektif dan efisien dalam kegiatan publikasi.

“Akan lebih baik dan lebih cepat tersebar, kalau kita menggunakan media cetak atau online dalam mempublikasikan hasil-hasil litbang. Bahkan bila perlu dilaksanakan konferensi pers dengan mengundang banyak media, seperti acara Media Visit kemarin. Otomatis hasil litbang akan banyak diberitakan serta mudah dijangkau dan dibaca kalangan luas” ungkap Pratiara.

Sebagai informasi, proyek perubahan yang dilaksanakan ini tidak hanya difokuskan pada aspek penerbitan berita litbang nya saja, tetapi juga melingkupi tentang pembuatan SOP penulisan, penyusunan skema reward dan punishment, pelaksanaan pelatihan penulisan, dan juga sosialisasi kepada stakeholders/users baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Terakhir, sebagai motivasi Pratiara menyampaikan harapan sekaligus tantangannya,  bahwa BP2LHK Aek Nauli harus selalu terdepan dalam mensupport dan menyampaikan berita litbang, tidak hanya untuk dimuat di website balai tapi juga terutama untuk webslite BLI/KLHK, serta juga media lokal dan nasional. Jika hal tersebut tercapai maka proyek perubahan tersebut juga bisa dianggap berhasil.***

Bagikan ini di:

9776total visits,10visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *