Balitbang LHK Aek Nauli

Author Archive: haris

BP2LHK Aek Nauli Benahi KHDTK untuk Pengembangan Wisata Ilmiah Edutainment

edutainment aeknauliBP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, 20/03/2018)_Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli seluas 1.900 ha ditetapkan untuk kepentingan penelitian dan pengembangan, pendidikan dan latihan, kepentingan religi dan budaya serta pengelolaan jasa lingkungan lainnya. Tipologi kawasan yang merupakan ekosistem hutan hujan dataran tinggi dengan keanekaragaman hayati yang unik ini berada pada pintu masuk Danau Toba, kawasan strategis pembangunan pariwisata nasional.

Kawasan ini merupakan laboratorium alam  dengan ratusan koleksi tumbuhan endemik dan eksotik dataran tinggi maupun dataran rendah yang berasal dari berbagai daerah di nusantara bahkan dunia yang terintegrasi dengan beragam iptek kehutanan dan lingkungan. Berbagai produk litbang seperti kebun benih, taman etnobotani,  persemaian, perbenihan tanaman hutan, dan penangkaran satwa dilindungi sering menjadi atraksi menarik bagi kunjungan wisatawan baik pelajar maupun masyarakat umum ke kawasan ini.

(more…)

Peringatan Hari Bakti Rimbawan Ke-35 di BP2LHK Aek Nauli

hari bakti rimbawanHari Bakti Rimbawan ke-35 pada tahun 2018 ini turut dirayakan pada Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli dengan berbagai kegiatan positif, antara lain dengan diselenggarakannya berbagai kegiatan Olahraga, Apel Rimbawan, dan Kegiatan Sosial Donor Darah.

Kegiatan Apel Rimbawan yang dilaksanakan pada Jumat pagi, 16 Maret 2018 dipimpin langsung oleh Kepala BP2LHK Aek Nauli, Pratiara, S.Hut, M.Si. Pada kesempatan ini, Pratiara mengatakan bahwa sebagai Rimbawan kita harus memberikan yang terbaik bagi negara. “Dalam bekerja, kita harus berani, jujur, dan berintegritas” ujar Pratiara. “Disamping itu, juga harus ada unsur ikhlas dalam melaksanakannya, jika kita tidak bisa menyelesaikan hal yang kecil maka hal yang besar pun tidak akan bisa kita selesaikan. Untuk itu berikan yang terbaik, optimalkan semua kemampuan kita dalam bekerja, sehingga kita sebagai bagian dari organisasi, dapat menjadi penyelesai masalah, bukan malah menambahnya” tambah Pratiara. (more…)

Download Publikasi: Getah Jernang

getah jernang publikasiGetah jernang (darah naga) merupakan serbuk atau resin yang ter-dapat pada buah rotan jernang (Daemonorops sp.). Terdapat tiga jenis rotan jernang yang sering dipanen dan memiliki produktivitas tinggi di Sumatera Bagian Utara, yakni D. draco (rotan jernang), D. crinitus (rotan jernang padi), dan D. angustifolia (rotan jernang getah). Hasil uji fitokimia menunjukkan kandungan senyawa semi-polar seperti flavonoid, triterpenoid dan tanin. Potensial sebagai antioksidan dan prokoagulasi darah.

Degradasi dan konversi hutan telah mengakibarkan penurunan populasi. Saat ini relatif tersisa di sekitar kawasan Ekosistem Leuser dan pesisir Tapanuli. Di DTA Danau Toba ditemukan di Simalungun, Toba Samosir dan Humbang Hasundutan. Pemanenan tidak lestari dan belum adanya upaya penanaman mengakibatkan petani semakin jauh dan lama ke dalam hutan mengumpulkan buah rotan jernang.

(more…)

Download Publikasi: Propolis Kemenyan

propolis kemenyanPropolis merupakan nama generik dari resin sarang lebah madu. Propolis merupakan sumber gizi alami dan nutraceutical yang berasal dari substrat resin yang dikumpulkan lebah dari sari tunas daun dan batang tanaman yang dicampur dengan enzim dan lilin sarang lebah (Galvao 2007; Lofty 2006).

Raw propolis terdiri dari sekitar 50% senyawa resin (flavonoid dan asam fenolat), 30% lilin lebah, 10% minyak aromatik, 5% polen, dan 5% berbagai senyawa organik (Pietta et al., 2002). Propolis digunakan untuk membangun dan melindungi sarang, sehingga banyak terdapat di pintu sarang, seluruh tepian sarang, pembungkus telur, madu dan polen.

(more…)

Plot Damar di Arboretum Aek Nauli

plot damar di aeknauliDamar merupakan salah satu jenis asli pohon Indonesia yang tersebar di Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan papua.  Damar merupakan salah satu tananaman hutan yang mampu memberikan produksi baik kayu maupun hasil lainnya (bukan kayu).  Peraturan Menteri Kehutanan P.35/Menhut-II/2007 menyebutkan bahwa damar merupakan bagian dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dikelompokan kedalam kelompok resin. Kelompok resin Damar disini yaitu damar jenis Shorea javanica, Hopea sp., Anisoptera cortata dengan produk Damar Mata kucing, Araucaria beccarii produk damar daging (kopal), Shorea sp. Produk Damar rasak, Agathis borneensis produk Damar pilau, dan Shorea spp produk Damar batu.

(more…)