Balitbang LHK Aek Nauli

Asap Cair, Obat yang Mujarab

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Mei 2019)_Pemanfaatan limbah pakan gajah menjadi asap cair ternyata dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan. Selain berguna untuk kesehatan tanaman sebagai pestisida organik dan penyedia unsur hara, asap cair juga mujarab untuk mengobati berbagai penyakit seperti sakit gigi, luka sayatan, dan sakit kulit. Manfaat asap cair lainnya adalah sebagai pengawet makanan pengganti formalin dan borax.

Salah satu objek wisata ilmiah yang cukup populer KHDTK Aek Nauli adalah wisata ilmiah gajah jinak. Sejalan dengan pengelolaan wisata gajah jinak tersebut timbul salah satu masalah yaitu penanganan limbah pakan yang belum terkelola dengan baik sehingga mengakibatkan dampak lingkungan yang kurang nyaman dilihat akibat berserakan limbah pakan gajah di sepanjang jalur wisata. Dengan banyaknya limbah pakan gajah yang berserakan di sepanjang jalur wisata sudah barang tentu akan terkesan kurang nyaman bagi wisatawan. Upaya penanganan limbah pakan gajah yang ramah lingkungan dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat untuk kehidupan adalah dengan mengolah limbah pakan gajah dijadikan asap cair.

Asap cair adalah cairan organik alami dari hasil kondensasi. Asap cair yang diperoleh dari proses pendinginan asap yang timbul dari proses penggarangan bahan baku memiliki rahasia dan keunikan tersendiri. Produk asap cair yang berwarna coklat muda sampai warna kuning kegelapan dan baunya menyengat ternyata banyak mengandung banyak manfaat yang menguntungkan bagi kehidupan manusia, hewan peliharaan, dan tanaman budidaya. Disamping itu, asap cair bisa dijadikan alternatif untuk pengawet makanan.

Di Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli sudah terpasang satu unit alat pembuatan asap cair sejak awal tahun 2018. Alat tersebut sudah dioperasikan untuk mengolah berbagai limbah, diantaranya adalah tempurung kelapa dan limbah kayu pangkasan arboretum seperti kayu sampinur, bungur, atur mangan, rasamala, damar, dan kupresus. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah limbah sisa pakan gajah yang ada di KHDTK Aek Nauli.

Proses pembuatan asap cair yang dilakukan di BP2LHK Aek Nauli relatif mudah dan sederhana, mulai dari penyiapan bahan baku berupa kayu atau limbah pakan terlebih dahulu dipotong-potong menjadi ukuran kecil antara 20 sampai dengan 30 cm, dibersihkan dari kotoran, dijemur atau dikering anginkan hingga mencapai kadar air 70%, memasukkan ke dalam alat penggarangan yaitu berupa drum, hingga asap cair yang tersimpan dalam tabung proses akhir, dikeluarkan melaui kran saluran asap cair.

Pemanfaatan produk asap cair yang dibuat di BP2LHK Aek Nauli telah banyak digunakan oleh masyarakat. Salah satu pegawai, Maryono pernah mengobati sakit giginya dengan asap cair ini, di mana dengan hanya mencampurkan satu sendok asap cair ke dalam satu gelas air hangat, dan dengan cara berkumur-kumur dalam waktu tidak lama sakit giginya sembuh. Penulis juga pernah mengalami luka sayat di bagian jari tangan, kemudian diobati dengan cara mengoleskan kebagian luka dan tidak terlalu lama luka gores menjadi sembuh. Asap cair asap cair ini juga telah dicobakan untuk pengobatan sakit kulit yang sudah lebih lima tahun tak kunjung sembuh, yang dialami oleh Rahmat Tarigan. Di mana dengan mengoleskan ke seluruh bagian yang terkena penyakit kulit tersebut, dalam tempo tidak berapa lama kerak-kerak jamur yang menjadi rasa sakitnya menjadi rontok dan penderita menjadi merasa nyaman tanpa panas gatal lagi anggota tubuhnya.

Pemanfaatan lain juga pernah diungkapkan oleh salah seorang petani jeruk di Desa Singa Tanah Karo. Dia menyampaikan bahwa penggunaan asap cair dapat mengendalikan serangan hama lalat buah jeruk. Sedangkan dari hasil penelitian dibeberapa tempat, disampaikan bahwa asap cair ternyata juga dapat digunakan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman, pengawet makanan dan pengawet kayu, pembersih ruangan, penyerap racun dalam tubuh, anti oksidan, anti mikroba, koagulan dan menghilangkan bau pada pengolahan karet, dan juga pencegah jamur.***PM

Bagikan ini di:

898total visits,2visits today

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *