Balitbang LHK Aek Nauli

Anggrek di Sumatera Utara

Oleh: Andilo E. Siahaan, S.Hut. (Teknisi Litkayasa Penyelia)

Anggrek bulan sumatera

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias berbunga yang tidak kalah indahnya dengan tanaman hias berbunga lainnya. Anggrek memiliki bentuk dan corak bunga yang beraneka ragam dan indah dipandang mata. Keindahan bentuk dan bunganya telah membuat tanaman ini banyak dikoleksi oleh semua orang baik hanya untuk hobi saja bahkan sampai diperjualbelikan.

Tanaman anggrek memiliki bermacam fungsi, diantaranya yang paling utama yakni sebagai tanaman hias yang dinikmati keindahan bunganya karena setiap jenis bunga anggrek memiliki bentuk, corak, warna, dan wangi yang khas sehingga semua orang tidak jenuh untuk menikmatinya. Selain itu, tanaman yang memiliki rimpang ini juga diambil bunganya untuk dicampur dalam pembuatan aneka produk kecantikan dan kesehatan bagi masyarakat luas.

Anggrek dalam penggolongan taksonomi, termasuk dalam familia Orchidaceae. Anggrek merupakan keluarga tumbuhan yang paling banyak jenis dan terdapat dimana saja. Indonesia memiliki sekitar 6.000 jenis tanaman anggrek yang tersebar di berbagai provinsi, salah satunya Sumatera Utara. Di Sumatera Utara banyak dijumpai tumbuhan anggrek baik yang epifit (tumbuh pada pohon inang) maupun teresterial (tumbuh di tanah atau sering juga disebut anggrek tanah).

Sumatera Utara yang berada di daerah tropis sangat cocok untuk tempat tumbuh dan berkembangnya anggrek. Jenis anggrek dan penyebarannya di Sumatera Utara antara lain ditemukan pada :

  1. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli,terdapat 27 jenis anggrek;
  2. Hutan Gunung Leuser terdapat 47 jenis makroepifit yang termasuk dalam 4 kelas, 10 ordo, 20 famili, dan 32 genera;
  3. Hutan Gunung Sinabung terdapat 37 jenis anggrek epifit yang termasuk dalam 17 genus;
  4. Taman Wisata Sibolangit dengan 5 jenis anggrek tanah dan 2 anggrek epifit;
  5. Cagar Alam Sibolangit terdapat 3 jenis anggrek (epifit, terestrial, dan tanah) dan anggrek efifit hanya satu jenis;
  6. Kawasan Taman Eden ditemukan 112 spesies anggrek yang terhimpun dalam 38 genus [78 spesies anggrek epifit (24 genus), 32 spesies anggrek teresterial (18 genus), dan 2 spesies anggrek saprofit (2 genus);
  7. Gunung Lubuk Raya terdapat anggrek sepatu dewi (spesies phapio);
  8. Kawasan Hutan Barumun terdapat 60 jenis anggrek yang terdiri dari 31 marga;
  9. Cagar Alam Dolok Sipirok terdapat 95 jenis yang terdiri dari 40 marga, 22 jenis (17 marga) diantaranya merupakan anggrek tanah dan 73 jenis (24 marga) merupakan anggrek epifit.

Anggrek Tien Soeharto

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa, Sumatera Utara memiliki beberapa jenis anggrek yang dilindungi. Penyebab kelangkaan anggrek ini karena eksploitasi yang berlebihan akibat diperdagangkan secara komersial oleh pemburu anggrek tanpa memikirkan kelangsungan hidup di alam. Ketiga jenis anggrek yang dilindungi tersebut, yaitu :

  1. Anggrek hartinah (Cymbidium hartinahianum), atau Anggrek Tien Soeharto merupakan tanaman endemik yang hanya tumbuh di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Anggrek ini pertama kali ditemukan oleh Rusdi E. Nasution, seorang peneliti dari Herbarium LBN/LIPI Bogor pada tahun 1976 di Desa Baniara Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Penabalan nama Ibu Negara pada jenis anggrek ini merupakan penghargaan atas jasa-jasanya dalam rangka pengembangan dunia peranggrekan di Indonesia. Anggrek Hartinah ini telah dapat ditangkarkan di luar habitat aslinya, salah satunya di Kebun Raya Bogor.
  2. Anggrek bulan sumatera (Phalaenopsis sumatrana), ditemukan pertama kali di Sumatera Selatan, tepatnya di Palembang pada tahun 1839. Penemunya adalah Korthals, lalu pada tahun 1865 dideskripsi bersama Reichenbach. Phalaenopsis sumatrana termasuk anggrek epifit berbatang pendek. Daerah penyebarannya meliputi Indonesia (Palembang dan Aceh), Malaysia, dan Thailand.
  3. Vanda sumatrana, anggrek ini bersifat epifit, yaitu tanaman yang membutuhkan sedikit naungan. Jenis anggrek yang mulai berbunga bulan Desember hingga Februari akan mengengeluarkan bau yang harum dan daya tahan bunga lama, bisa mencapai 2 minggu. Bunganya terdiri 5 kelopak bunga dengan ciri khas warna bunganya cokelat tua bertotol-totol kuning.Tumbuh menempel di pepohonan atau menempel di tebing berbatuan yang sangat terjal atau di pepohonan besar. Anggrek jenis ini merupakan khas kawasan Danau Toba.

Vanda sumatrana

Melihatnya banyaknya jenis anggrek tersebut, selera konsumen terhadap mutu bunga anggrek sangat beragam. Kesukaan konsumen berbeda-beda dari segi keindahan, warna, ukuran, susunan, daya tahan, dan bentuk bunga tersebut. Pemilihan warna bunga anggrek yang dikonsumsi juga banyak dipengaruhi oleh maksud penggunaannya. Pada hari Natal warna bunga yang disukai didominasi oleh warna putih; pada hari Imlek disukai warna merah, pink dan ungu; untuk keperluan ulang tahun banyak digunakan warna lembut, seperti putih, pink, ungu, sedangkan untuk menyatakan belasungkawa umumnya digunakan warna kuning dan ungu.

Konsumen pasar bunga anggrek di Sumatera Utara diantaranya penggemar dan pecinta anggrek, pedagang keliling tanaman anggrek, pedagang tanaman anggrek pada kios di tempat-tempat tertentu dalam kota, perhotelan, perkantoran, gedung-gedung pertemuan, pengusaha pertamanan, toko bunga, pesta-pesta, dan perkawinan. Jenis-jenis anggrek yang banyak diminta pasar adalah Vanda Douglas, Dendrobium, dan Phalaenopsis. Anggrek yang banyak diminta pasar terdiri atas berbagai bentuk yaitu benih, bibit, bunga potong, dan tanaman.

Harga anggrek bervariasi tergantung dari jenis dan kualitasnya. Selain itu, jumlah bunga dan besar ukuran juga mempengaruhi harga anggrek dipasaran. Anggrek yang dipasarkan di Sumatera Utara mulai puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah. Bagi yang tertarik membudidayakan anggrek, terdapat beberapa lokasi budidaya/kebun anggrek di Sumatera Utara diantaranya di Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun; di Kota Medan yaitu Jalan Adam Malik (Glugur), Jalan Bunga Sedap Malam (Medan Selayang); dan di Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

 

Referensi

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2005. Prospek Dan Arah Pengembangan Agribisnis Anggrek.

Balai Penelitian Tanaman Hias. 2012. Jenis-Jenis Anggrek yang Terdapat di Sumatera Utara. Prosiding Seminar Nasional Anggrek 2012.

http://harian.analisadaily.com/mobile/kota/news/dari-hobi-kini-jadi-petani-anggrek/206689/2016/01/19

http://kel4medkom-unej.blogspot.com/

http://seputarpertanianoke.blogspot.com/2016/01/mengenal-jenis-bunga-anggrek-langka.html

https://alamendah.org/2009/09/13/anggrek-hartinah-anggrek-tien-soeharto/amp

https://busy.org/@suci/first-orchid-second-orchid-and-third-orchid-or-pertama-anggrek-kedua-anggrek-dan-ketiga-anggrek-or/amp

https://officialchitra.wordpress.com/2014/07/15/surga-anggrek-di-kota-medan/amp

https://www.biodiversitywarriors.org/anggrek-bulan-sumatera-phalaenopsis-sumatrana.html

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/09/12/jenis-anggrek-idaman-dunia-ini-indonesia-punya

Bagikan ini di:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *